Archive for the ‘Untukmu’ Category

shalat
Everyday as i wake up at dawn
My mind start working the moment i yawn
There were many things to do, o dear!
That’s why i hastily did my Subuh prayer
I didn’t have the time to sit longer to
praise the Lord
To me rushing out after prayer is nothing odd…

Since school, i had been busy every minute
Completing my tutorials and handing it in
My School took up most of my time always
No time did i have to Allah to pray
Too many things to do and zikir is rare
For Allah, I really had no time to spare.. (lebih…)

Istriku..  aku memang tidak akan mengambil bunga di tepi jurang itu, hanya untuk membuktikan sayangku padamu
Aku tidak akan pernah membahayakan diri saya hanya untuk menyenangkan hatimu.

Istriku tercinta namun satu harga mati yang tak bisa kupungkiri, bahwa kau adalah amanah Allah. Percaya dan yakinlah dengan segenap cinta yang kumiliki, aku takkan pernah mensia-siakan mu di dunia apalagi di akhirat kelak. Aku tak mau jadi penghianat, apalagi kalau yang dikhianati adalah Allah

Duhai istriku,
wanita yang telah Allah takdirkan untuk menjadi ibu dari anakku.
Sembahlah Allah semata, jangan pernah engkau menyekutukan Allah dengan sesuatu apapun yang ada dilangit dan dibumi.
Cintailah Allah melebihi kecintaanmu kepadaku.
Hanya Allah-lah yang berhak untuk kita cintai melebihi apapun.
Janganlah kecintaanmu kepadaku dan anak kita membuat engkau lalai dari mencintai Allah.
Cintailah Allah karena Allah tidak akan pernah menginggalkanmu.

Duhai istriku,
engkau adalah pakaian untukku, engkau adalah penutup segala aibku.
Ketahuilah bahwasannya junjungan kita Rasulallah Shallallahu Alaihi wa Sallam telah bersabda bahwa seindah-indahnya perhiasan didunia ini adalah istri yang sholehah.
Maka jadikanlah aku laki-laki yang berbahagia karena memiliki perhiasan yang terindah didunia.

“Terima kasih ya Allah. Tuhan pemilik bumi. Engkau telah berikan aku istri yang baik hati.  Istri yang sholekhah. Istri yang mau menerima suaminya apa adanya. Melayani dengan penuh kasih dan sayang.”

Atas Nama Allah… I LOVE YOU, istriku.

PROPOSAL NIKAH

Posted: September 10, 2009 in Artikel, Kliping, Untukmu
Tag:,

hjKADO BUAT YANG MAU DAN SIAP MENIKAH..BARAKALLAHU !!

Latar Belakang

Ibunda dan Ayahanda yang sangat saya hormati, saya cintai dan sayangi, semoga Allah selalu memberkahi langkah-langkah kita dan tidak putus-putus memberikan nikmatNya kepada kita. Amin

Ibunda dan Ayahanda yang sangat saya hormati..sebagai hamba Allah, saya telah diberi berbagai nikmat. Maha Benar Allah yang telah berfirman : “Kami akan perlihatkan tanda-tanda kebesaran kami di ufuk-ufuk dan dalam diri mereka, sehingga mereka dapat mengetahui dengan jelas bahwa Allah itu benar dan Maha Melihat segala sesuatu”.

Nikmat tersebut diantaranya ialah fitrah kebutuhan biologis, saling membutuhkan terhadap lawan jenis.. yaitu: Menikah ! Fitrah pemberian Allah yang telah lekat pada kehidupan manusia, dan jika manusia melanggar fitrah pemberian Allah, hanyalah kehancuran yang didapatkannya..Na’udzubillah ! Dan Allah telah berfirman : “Janganlah kalian mendekati zina, karena zina adalah perbuatan yang buruk lagi kotor” (Qs. Al Israa’ : 32).

Ibunda dan Ayahanda tercinta..melihat pergaulan anak muda dewasa itu sungguh amat memprihatinkan, mereka seolah tanpa sadar melakukan perbuatan-perbuatan maksiat kepada Allah. Seolah-olah, dikepala mereka yang ada hanya pikiran-pikiran yang mengarah kepada kebahagiaan semu dan sesaat. Belum lagi kalau ditanyakan kepada mereka tentang menikah. “Saya nggak sempat mikirin kawin, sibuk kerja, lagipula saya masih ngumpulin barang dulu,” ataupun Kerja belum mapan , belum cukup siap untuk berumah tangga��, begitu kata mereka, padahal kurang apa sih mereka. Mudah-mudahan saya bisa bertahan dan bersabar agar tak berbuat maksiat. Wallahu a’lam.

Ibunda dan Ayahanda tersayang..bercerita tentang pergaulan anak muda yang cenderung bebas pada umumnya, rasanya tidak cukup tinta ini untuk saya torehkan. Setiap saya menulis peristiwa anak muda di� majalah Islam, pada saat yang sama terjadi pula peristiwa baru yang menuntut perhatian kita..Astaghfirullah.. Ibunda dan Ayahanda..inilah antara lain yang melatar belakangi saya ingin menyegerakan menikah.

Dasar Pemikiran

Dari Al Qur��an dan Al Hadits :

  1. �”Dan nikahkanlah orang-orang yang sendirian di antara kamu, dan orang-orang yang layak (menikah) dari hamba sahayamu yang lelaki dan hamba-hamba sahayamu yang perempuan. JIKA MEREKA MISKIN ALLAH AKAN MENGKAYAKAN MEREKA DENGAN KARUNIANYA. Dan Allah Maha Luas (pemberianNya) dan Maha Mengetahui.” (QS. An Nuur (24) : 32).
  2. “Dan segala sesuatu kami jadikan berpasang-pasangan, supaya kamu mengingat kebesaran Allah.” (QS. Adz Dzariyaat (51) : 49).
  3. �Maha Suci Allah yang telah menciptakan pasangan-pasangan semuanya, baik dari apa yang ditumbuhkan oleh bumi dan dari diri mereka maupun dari apa yang tidak mereka ketahui�� (Qs. Yaa Siin (36) : 36).
  4. Bagi kalian Allah menciptakan pasangan-pasangan (istri-istri) dari jenis kalian sendiri, kemudian dari istri-istri kalian itu Dia ciptakan bagi kalian anak cucu keturunan, dan kepada kalian Dia berikan rezeki yang baik-baik (Qs. An Nahl (16) : 72). (lebih…)

kolakBagi anda para penikmat kolak saat berbuka pauasa, sebaiknya mulai mencari hidangan alternatif lain. karena menurut para banyak ahli mengatakan, kolak bukanlah makanan yang sehat sebagai menu berbuka puasa. Mengapa? Karena kolak mengandung gula dan lemak yang terlalu tinggi dan tak mudah dicerna, sehingga membuat pencernaan kita, yang selama 14 jam menahan lapar dan haus karena puasa, akan kaget.

Menurut ahli nutrisi ternyata bukanlah makanan sehat untuk dimakan setelah 14 jam menahan lapar dan haus. Pada acara bincang-bincang Cara Mudah Mengikuti Food Combining, di Balai Sidang Jakarta, akhir pekan lalu, ahli nutrisi Wied Harry Apriadji, mengatakan kolak tidak sehat karena mengandung gula dan lemak yang terlalu tinggi. Kombinasi keduanya membuat alat pencernaan secara tiba-tiba bekerja berat, setelah sebelumnya beristirahat seharian. Lulusan Institut Pertanian Bogor itu  menyarankan agar mengikuti teladan nabi Muhammad SAW yang hanya makan kurma dan minum air putih untuk berbuka. Karena meskipun mengandung yang kadarnya cukup tinggi, dan sama-sama manis seperti kolak, karbohidrat yang dikandung kurma mudah dicerna

Rasululloh SAW. Dari Anas bin Malik ia berkata: Adalah Rasulullah berbuka dengan Rutab (kurma yang lembek) sebelum shalat, jika tidak terdapat Rutab, maka beliau berbuka dengan Tamr (kurma kering), maka jika tidak ada kurma kering beliau meneguk air. Hadits riwayat Ahmad dan Abu Dawud

Dalam hal berbuka ini ada tata cara yang harus kita ikuti. Tata cara itu sebagaimana yang disabdakan oleh Nabi Muhammad Saw dalam salah satu haditsnya yang berbunyi: Nabi Muhammad SAW berkata: Apabila berbuka salah satu kamu, maka hendaklah berbuka dengan kurma. Andaikan kamu tidak memperolehnya, maka berbukalah dengan air, maka sesungguhnya air itu suci.

Rasulullah dalam setiap berbuka atau katakanlah setiap waktu makan, tidak pernah terlalu kenyang. Bahkan tidak sampai kenyang. Kurang lebih 2/3 dari perut itu yang diisi, dan 1/3 lagi dikosongkan. Hal ini dijelaskan oleh Rasulullah dalam salah satu haditsnya, bahwa beliau tidak makan sebelum lapar dan berhenti makan sebelum kenyang.

Yang lebih penting untuk diperhatikan dalam berpuasa ini bukan sekedar mengosongkan perut, tapi waktu mengisinya kembali yaitu waktu berbuka perlu diperhatikan. Kalau tidak, bahaya yang akan datang. Justru itu makan dan minum janganlah berlebihan atau kekenyangan. Hal ini sejalan dengan firman Allah dalam surat Al’araf ayat 31 yang artinya: “Dan makan dan minumlah kamu, akan tetapi janganlah berlebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang yang berlebihan.”.

Semoga saat-saat berbuka puasa bukan merupakan ajang “balas dendam” setelah lapar seharian. Jadi esensi IBADAh dan Ridha Allah akan tetap menjadi tujuan utama kita dalam menjalankan puasa ini.. Selamat menunaikan Ibadah Puasa, semoga segala amal ibadahnya mendapat ridha dari Allah SWT. Amin.. ^_^

kmf“Around here, however, we don’t look backwards for very long. We keep moving forward, opening up new doors and doing new things, because we’re curious… And curiousity keeps leading us down new paths”.Walt Disney

Hidup terkadang sangat keras  dan menghantam kita dengan begitu tiba-tiba. Beberapa memang tidak terlalu berat, namun tak sedikit juga yang membuat kita terpuruk hingga jatuh terkapar. Ketika ini terjadi,  hal terpenting bukanlah memikirkan seberapa keras pukulan yang telah kita dapatkan, namun yang terpenting adalah seberapa kuat kita dapat menghadapinya. Untuk bisa bangkit kembali, menemukan jalan,  menemukan kekuatan untuk tetap bergerak maju, dan memiliki kemauan untuk terus bergerak maju meskipun hambatan dan cobaan datang menghadang.

Melakukannya memang tidaklah semudah membalik telapak tangan, butuh karakter yang kuat dan mental yang sangat positf. Karakter inilah yang harus dibentuk dan karakter tidak ditentukan oleh apa yang terjadi pada kita, namun dengan bagaimana kita bereaksi terhadap apa yang terjadi. Ketika hempasan itu datang, apakah kita tetap berdiam diri? Atau kita melihat jauh kedalam, meraih segenap kekuatan, berfikir dengan positif dan bangkit kembali berdiri di atas kedua kaki untuk tetap bergerak maju? Pilihan itu ada di tangan kita.

Lupakan Penyesalan
Mulailah untuk melupakan kesalahan dan penyesalan masa lalu. Penyesalan yang berkepanjangan, tidak memberikan  manfaat yang baik. Bila tetap “tinggal” di masa lalu, waktu kan terhenti hingga kita terjebak pada satu titik dan tidak   bergerak maju. Setiap manusia pasti berbuat salah,  entah dalam pekerjaan, pada teman atau hubungan soisal.  Bagaimanapun, kita harus belajar untuk melupakan kesalahan-kesalahan masa lalu, untuk mulai belajar bagaimana  menempatkan pengalaman ini di belakang, karena hidup terlalu singkat untuk mengingat kesalahan dan tenggelam dalam penyesalan-penyesalan. Kita hidup di waktu sekarang ini bukan masa lalu. Hanya kita yang dapat memaafkan diri kita sendiri untuk dapat tetap bergerak maju.

Belajar dari Kegagalan
Belajar dari kegagalan dengan Penyesalan adalah dua hal yang sama sekali berbeda. Menyesal adalah luapan emosi, sebuah perasaan kecewa ditambah dengan perasaan malu atau bersalah. Namun, ketika kita melihat kembali pada keadaan masa lalu dan ketika kegagalan itu memberikan informasi yang sangat berharga untuk mengoreksi tindakan saat ini,  agar tidak berbuat kesalahan yang sama, itulah yang dinamakan belajar.  Ini memungkinkan untuk mengevaluasi apa -apa saja yang mungkin dapat membuat hasil dan apa yang tidak. Dan yang lebih penting lagi, sering bila kita “dihapus” dari sebuah situasi atau keadaan, kita akan dapat melihat sesuatu lebih objektif dan lebih jelas yang dapat digunakan untuk membuat pilihan yang lebih baik untuk dapat tetap bergerak maju.

Minta Bantuan
Kita tidak hidup sendiri.  Kadang memang kita merasa demikian, tapi percayalah ada banyak orang yang  akan senang hati mengulurkan tangan mereka dengan tulus dan ikhlas jika dimintai pertolongan. Yang perlu dilakukan hanyalah “meminta” bantuan. Mulailah berfikir untuk bekerja sama, dengan tetangga, teman-teman, atau siapapun. Sering kali kita takut untuk “meminta”, karena secara sadar ataupun tidak, terlintas dalam pikiran “apakah kita layak untuk dapat menerima bantuan”. Coba kita renungkan: kita dikelilingi oleh ribuan bahkan jutaan orang yang di ciptakan secara spesifik oleh Sang Maha Pencipta, dengan tujuan yang sangat jelas. Tangan untuk memberi pertolongan, yang melekat ke bahu, lalu “tersambug” ke wajah yang mana wajah itu sangat berseri -seri, berharap untuk dapat membantu kita agar tetap bergerak maju. ^_^

(lebih…)

PhotobucketSetelah melalui negosiasi panjang nan alot dengan pemborong dan isi kantong, akhirnya terealisasi juga awal perencanaan pembangunan rumah ini. Dengan total luas tanah 140 m2 yang berada di dalam gang “bukan di perumahan” plus dekat dengan kampus maka dipilihlah model “minimalis” dua lantai dengan lantai atas digunakan sebagi tempat kost (khusus putri) berisi lima kamar tidur, sedangkan lantai bawah dipergunakan untuk tempat tinggal dengan dua kamar reguler dan satu kamar tidur utama. Berhubung tanah yang di beli telah tebangun rumah dan masih ditempati oleh sang pemilik, maka mau dan harus mau pekerjaan awal pembangunan harus menunggu kembali sekitar dua minggu lamanya, memberi kesempatan kepada pemilik rumah terdahulu untuk mencari lokasi hunian barunya.

Selama dua minggu menunggu ternyata tidak sesantai yang kami pikirkan, banyak yang harus di siapkan, mulai dari pengurusan pajak pembelian, pindah nama sertifikat kepemilikan, IMB, ijin tetangga karena pasti akan banyak sekali kebisingan dan gangguan debu tentunya, banyak dee yang harus di urus, termasuk juga koordinasi dengan sang “arsitek” demi tercapainya kesepakatan “terjemahan” ide kami. Setelah pontang panting kesana-kemari tak terasa dua minggu telah terlewati, dan berbagai macam pengurusan sudah mulai selesai.

Tibalah hari yang ditungu-tunggu, pada tanggal 27 Juni 2009 dimulailah awal pekerjaan dengan penggalian pondasi dan pembongkaran rumah lama. pekerjaan ini tidak membutuhkan waktu lama, beberapa hari kemudian besi pondasi sudah mulai terpasang, karena memang pembuatan besi sloof ini sudah dimuali sejak dua minggu sebelum rumah di bongkar, agar lebih menghemat waktu pengerjaan jadi pembuatan besi sloof dilakukan jauh jauh hari sebelumnya.

Luas tanah yang tak seberapa “luas” ini membuat kami harus panadai-pandai mensiasati ruang demi ruang terutama untuk kamar kost di lantai dua, Harus bisa memberikan kenyamanan yang baik, tidak terkesan sempit biar yang tinggal betah. Karena luas banguan kami tidak memakai seluruh tanah yang ada, untuk lantai bawah luas bangunan termasuk teras sekitar 118 m2 (gambar denah ada di bawah), dan utuk lantai dua luas bangunan hanya sekitar 110 m2 “kurang lebih” bahkan bisa kurang dari itu (gambar denah ada di bawah). Ternyata biaya membangun rumah itu tergantung luas bangunan yang akan di bangun, semakin luas bangunan nya semakin mahal juga biaya pembangunannya jadi mau dan harus mau kami putar otak mensiasati denah ruangan agar terasa asri dan menyenagkan.

Untuk akses ke lantai dua, digunakan tangga putar dari besi untuk menghemat ruang, dan diletakkan di samping luar agar tidak menggangu kenyamanan penghuni rumah bagian bawah, penambahan pagar tersendiri di samping rumah untuk keluar dan masuk para penghuni kost akan dilakukan. Dengan begitu para “penunggu” di Lt 1 tidak merasa terganggu privasinya, dan penghuni kost tidak merasa canggung untuk keluar masuk. Pengaturan jendela dan fentilasi juga ditata sedemikian rupa agar dapat memberikan akses seluas luasnya untuk kelancaran arus udara masuk dan keluar,  hasilnya ruangan akan terasa tetap segar dan tidak lembab.

(lebih…)

Warisan-Mu untuk-ku

Posted: Juli 10, 2009 in Renungan Bantal, Untukmu
Tag:,

legacyBagi orang mukmin, semua kejadian dan kondisi kehidupan yang dia temui harus dianggap sebagai batu ujian untuk selanjutnya dikelola sebagai pengingat dan motivator agar selalu menempuh jalan hak. Bagi orang yang tidak bisa menjadikan segala kejadian “baik atau buruk- sebagai pendorong untuk istiqamah, konsisten dalam kebenaran dan beramal shaleh, berarti ia tidak sabar atau tidak syukur. Ia bisa jadi juga disebut putus asa, suatu sikap yang hanya dimiliki orang kafir dan tidak layak menjadi sifat dan sikap orang mukmin.

Seorang mukmin, sikap dan prinsip nya adalah seperti dinyatakan oleh Rasulullah SAW bersabda:
Alangkah menakjubkan perkara atau urusan orang mukmin, Allah SWT tidak menetapkan untuknya satu ketentuan (apapun) melainkan hal itu baik baginya. Ini tidak terjadi selain pada orang mukmin. Dan bila ia ditimpa kecukupan rezeki ia bersyukur dan itu baik baginya. Dan bila ia ditimpa kesempitan atau kesusahan ia bersabar dan itu baik baginya.
Bersyukur bila mendapat kenikmatan menjadikan orang itu tidak sombong dan lupa daratan. Hal itu akan menguntungkan bagi orang itu sendiri. Sementara sikap tabah dan sabar bila ditimpa musibah menyebabkan tidak memperpanjang penderitaan. Dan bila ia ditimpa kesempitan dan permasalahan ia bersabar dan itu baik baginya

Ikhlas dalam Menghadapi segala sesuatu, Ikhlas, satu kata penerapannya sangat sulit dikehidupan kita. Saya sendiri belajar, ya masih belajar menerapkan ikhlas disetiap amal ibadah dan perbuatan saya.  Ikhlas yang sangat sederhana dan itu menjadikan ikhlas yang saya terapkan. Walaupun belum sempurna.  makna ikhlas sangat simple dengan memberikan umpama:

“Kalau kamu menginginkan ikhlas disetiap perbuatan dan amal ibadah kamu berlakulah seperti orang membuang hajat (air besar)”

(lebih…)