Archive for the ‘Kliping’ Category

PROPOSAL NIKAH

Posted: September 10, 2009 in Artikel, Kliping, Untukmu
Tag:,

hjKADO BUAT YANG MAU DAN SIAP MENIKAH..BARAKALLAHU !!

Latar Belakang

Ibunda dan Ayahanda yang sangat saya hormati, saya cintai dan sayangi, semoga Allah selalu memberkahi langkah-langkah kita dan tidak putus-putus memberikan nikmatNya kepada kita. Amin

Ibunda dan Ayahanda yang sangat saya hormati..sebagai hamba Allah, saya telah diberi berbagai nikmat. Maha Benar Allah yang telah berfirman : “Kami akan perlihatkan tanda-tanda kebesaran kami di ufuk-ufuk dan dalam diri mereka, sehingga mereka dapat mengetahui dengan jelas bahwa Allah itu benar dan Maha Melihat segala sesuatu”.

Nikmat tersebut diantaranya ialah fitrah kebutuhan biologis, saling membutuhkan terhadap lawan jenis.. yaitu: Menikah ! Fitrah pemberian Allah yang telah lekat pada kehidupan manusia, dan jika manusia melanggar fitrah pemberian Allah, hanyalah kehancuran yang didapatkannya..Na’udzubillah ! Dan Allah telah berfirman : “Janganlah kalian mendekati zina, karena zina adalah perbuatan yang buruk lagi kotor” (Qs. Al Israa’ : 32).

Ibunda dan Ayahanda tercinta..melihat pergaulan anak muda dewasa itu sungguh amat memprihatinkan, mereka seolah tanpa sadar melakukan perbuatan-perbuatan maksiat kepada Allah. Seolah-olah, dikepala mereka yang ada hanya pikiran-pikiran yang mengarah kepada kebahagiaan semu dan sesaat. Belum lagi kalau ditanyakan kepada mereka tentang menikah. “Saya nggak sempat mikirin kawin, sibuk kerja, lagipula saya masih ngumpulin barang dulu,” ataupun Kerja belum mapan , belum cukup siap untuk berumah tangga��, begitu kata mereka, padahal kurang apa sih mereka. Mudah-mudahan saya bisa bertahan dan bersabar agar tak berbuat maksiat. Wallahu a’lam.

Ibunda dan Ayahanda tersayang..bercerita tentang pergaulan anak muda yang cenderung bebas pada umumnya, rasanya tidak cukup tinta ini untuk saya torehkan. Setiap saya menulis peristiwa anak muda di� majalah Islam, pada saat yang sama terjadi pula peristiwa baru yang menuntut perhatian kita..Astaghfirullah.. Ibunda dan Ayahanda..inilah antara lain yang melatar belakangi saya ingin menyegerakan menikah.

Dasar Pemikiran

Dari Al Qur��an dan Al Hadits :

  1. �”Dan nikahkanlah orang-orang yang sendirian di antara kamu, dan orang-orang yang layak (menikah) dari hamba sahayamu yang lelaki dan hamba-hamba sahayamu yang perempuan. JIKA MEREKA MISKIN ALLAH AKAN MENGKAYAKAN MEREKA DENGAN KARUNIANYA. Dan Allah Maha Luas (pemberianNya) dan Maha Mengetahui.” (QS. An Nuur (24) : 32).
  2. “Dan segala sesuatu kami jadikan berpasang-pasangan, supaya kamu mengingat kebesaran Allah.” (QS. Adz Dzariyaat (51) : 49).
  3. �Maha Suci Allah yang telah menciptakan pasangan-pasangan semuanya, baik dari apa yang ditumbuhkan oleh bumi dan dari diri mereka maupun dari apa yang tidak mereka ketahui�� (Qs. Yaa Siin (36) : 36).
  4. Bagi kalian Allah menciptakan pasangan-pasangan (istri-istri) dari jenis kalian sendiri, kemudian dari istri-istri kalian itu Dia ciptakan bagi kalian anak cucu keturunan, dan kepada kalian Dia berikan rezeki yang baik-baik (Qs. An Nahl (16) : 72). (lebih…)

kmf“Around here, however, we don’t look backwards for very long. We keep moving forward, opening up new doors and doing new things, because we’re curious… And curiousity keeps leading us down new paths”.Walt Disney

Hidup terkadang sangat keras  dan menghantam kita dengan begitu tiba-tiba. Beberapa memang tidak terlalu berat, namun tak sedikit juga yang membuat kita terpuruk hingga jatuh terkapar. Ketika ini terjadi,  hal terpenting bukanlah memikirkan seberapa keras pukulan yang telah kita dapatkan, namun yang terpenting adalah seberapa kuat kita dapat menghadapinya. Untuk bisa bangkit kembali, menemukan jalan,  menemukan kekuatan untuk tetap bergerak maju, dan memiliki kemauan untuk terus bergerak maju meskipun hambatan dan cobaan datang menghadang.

Melakukannya memang tidaklah semudah membalik telapak tangan, butuh karakter yang kuat dan mental yang sangat positf. Karakter inilah yang harus dibentuk dan karakter tidak ditentukan oleh apa yang terjadi pada kita, namun dengan bagaimana kita bereaksi terhadap apa yang terjadi. Ketika hempasan itu datang, apakah kita tetap berdiam diri? Atau kita melihat jauh kedalam, meraih segenap kekuatan, berfikir dengan positif dan bangkit kembali berdiri di atas kedua kaki untuk tetap bergerak maju? Pilihan itu ada di tangan kita.

Lupakan Penyesalan
Mulailah untuk melupakan kesalahan dan penyesalan masa lalu. Penyesalan yang berkepanjangan, tidak memberikan  manfaat yang baik. Bila tetap “tinggal” di masa lalu, waktu kan terhenti hingga kita terjebak pada satu titik dan tidak   bergerak maju. Setiap manusia pasti berbuat salah,  entah dalam pekerjaan, pada teman atau hubungan soisal.  Bagaimanapun, kita harus belajar untuk melupakan kesalahan-kesalahan masa lalu, untuk mulai belajar bagaimana  menempatkan pengalaman ini di belakang, karena hidup terlalu singkat untuk mengingat kesalahan dan tenggelam dalam penyesalan-penyesalan. Kita hidup di waktu sekarang ini bukan masa lalu. Hanya kita yang dapat memaafkan diri kita sendiri untuk dapat tetap bergerak maju.

Belajar dari Kegagalan
Belajar dari kegagalan dengan Penyesalan adalah dua hal yang sama sekali berbeda. Menyesal adalah luapan emosi, sebuah perasaan kecewa ditambah dengan perasaan malu atau bersalah. Namun, ketika kita melihat kembali pada keadaan masa lalu dan ketika kegagalan itu memberikan informasi yang sangat berharga untuk mengoreksi tindakan saat ini,  agar tidak berbuat kesalahan yang sama, itulah yang dinamakan belajar.  Ini memungkinkan untuk mengevaluasi apa -apa saja yang mungkin dapat membuat hasil dan apa yang tidak. Dan yang lebih penting lagi, sering bila kita “dihapus” dari sebuah situasi atau keadaan, kita akan dapat melihat sesuatu lebih objektif dan lebih jelas yang dapat digunakan untuk membuat pilihan yang lebih baik untuk dapat tetap bergerak maju.

Minta Bantuan
Kita tidak hidup sendiri.  Kadang memang kita merasa demikian, tapi percayalah ada banyak orang yang  akan senang hati mengulurkan tangan mereka dengan tulus dan ikhlas jika dimintai pertolongan. Yang perlu dilakukan hanyalah “meminta” bantuan. Mulailah berfikir untuk bekerja sama, dengan tetangga, teman-teman, atau siapapun. Sering kali kita takut untuk “meminta”, karena secara sadar ataupun tidak, terlintas dalam pikiran “apakah kita layak untuk dapat menerima bantuan”. Coba kita renungkan: kita dikelilingi oleh ribuan bahkan jutaan orang yang di ciptakan secara spesifik oleh Sang Maha Pencipta, dengan tujuan yang sangat jelas. Tangan untuk memberi pertolongan, yang melekat ke bahu, lalu “tersambug” ke wajah yang mana wajah itu sangat berseri -seri, berharap untuk dapat membantu kita agar tetap bergerak maju. ^_^

(lebih…)

The Jakarta Info.

Posted: Juni 20, 2009 in Artikel, Kliping, Renungan Bantal
Tag:

asdfKemiskinan adalah keadaan dimana terjadi kekurangan hal-hal yang biasa untuk dipunyai seperti makanan , pakaian , tempat berlindung dan air minum, hal-hal ini berhubungan erat dengan kualitas hidup . Kemiskinan kadang juga berarti tidak adanya akses terhadap pendidikan dan pekerjaan yang mampu mengatasi masalah kemiskinan dan mendapatkan kehormatan yang layak sebagai warga negara. Kemiskinan merupakan masalah global. Para ahli mendefinisikan kemiskinan sebagai ketiadaan akses pada hal-hal yang vital dalam hidup. Kemiskinan absolut berarti tak punya akses kepada sumber daya dasar yang menopang kehidupan, seperti air bersih, tanah, rumah yang layak, benih (bagi petani), makanan bergizi, pendidikan, pelayanan kesehatan, dan lingkungan yang sehat.

Sebagai kota besar, dengan kualitas lingkungan hidup yang semakin buruk, Jakarta membutuhkan berbagai upaya untuk memulihkan kondisi lingkungan hidup. Salah satunya adalah dengan mengalokasikan daerah ruang terbuka hijau (RTH). Yang menjadi persoalan berikutnya adalah pemerintah mengimplementasikan kebijakan pembangunan RTH tersebut, dengan cara membuat kebijakan yang menyingkirkan rakyat miskin kota dari ruang hidupnya. Jumlah orang miskin di Jakarta meningkat. Tahun ini, sebanyak 640 ribu jiwa atau 70 ribu Kepala Keluarga tergolong masyarakat miskin. ”Jumlah itu lebih besar dibandingkan tahun lalu, 560 ribu jiwa, tidak ada data yang akurat tentang besaran pendapatan warga Jakarta. Paul McCarthy dari Bank Dunia dalam Global Report (2003), mengutip sebuah lembaga survei di enam kota besar di Indonesia, menulis, 22 persen penduduk kota hidup dengan biaya kurang dari Rp 350.000 per bulan pada tahun 2001. Sekitar 20 persennya hidup dengan sekitar Rp 350.000 sampai Rp 500.000. Akan tetapi, mengatakan mereka yang hidup dengan pendapatan di bawah Rp 500.000 per bulan sebagai “miskin” juga terlalu menyederhanakan persoalan karena tidak menghitung biaya perumahan dan jumlah keluarga.

Mereka yang tergolong kaya bisa membayar makanan sepiring seharga ratusan ribu rupiah, sementara ribuan orang lainnya memeras keringat untuk Rp 10.000 sehari. Yang satu menguruskan badan dengan biaya jutaan rupiah, sementara ribuan anak tak bisa makan tiga kali sehari. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik Provinsi DKI Jakarta merupakan provinsi terkaya di Indonesia dan berada di peringkat tertinggi Indeks Pembangunan Manusia dalam Laporan Pembangunan Manusia Indonesia tahun 2004. Meski UU Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah sudah diterapkan, berbagai data memperlihatkan masih 65 persen peredaran uang di Indonesia menumpuk di Jakarta.

(lebih…)

Sahalat“yaa… Bilaal, Arihnaa bish shalaah.. Wahai Bilal, istirahatkan kami dengan shalat !

Teruntuk saya yang sangat jauh dari menghayati ibadah, awal-awal kata ini menjadi sangat janggal. Bagaimana tidak, sementara shalat adalah beban yang begitu berat. Tidak, tidak mungkin. Mana bisa shalat menjadi suatu istirahat. Justru shalat menumbuhkan kepenatan-kepenatan yang sangat.

Tetapi melihat aktivitas Rasulullah dan para shabat di luar Shalat, saya minimal menjadi sangat maklum jika shalat dianggap istirahat. Bagaimana tidak, sementara waktu mereka diisi sepenuh bakti untuk kerja-kerja besar yang bernilai dunia-akhirat. Di sana mereka bertemu dengan aneka beban berat, haling rintang yang silih berganti, dan kesulitan yang menguras energi raga dan jiwa. Maka Allah yang Maha Pengasih memanggil mereka dengan kewelasan dan rahmat, memberikan istirahat dalam kesejukan perjumpaan.

“Wahai orang-orang yang beriman,
mohonlah pertolongan Allah dengan sabar dan shalat.
Sesungguhnya allah beserta orang-orang yang sabar.” (Al-Baqarah 153

Shalat, berdasarkan buku yang saya baca yaitu menurut Sayyid Quthb dalam Fi Zhilaalil Quran, digandengkan dengan sabar karena perpaduan ini merupakan mata air yang tak pernah kering dan bekal yang tak pernah habis. Mata air yang memperbaharui tenaga, dan bekal yang membekali hati, sehingga tali kesabaran semakin panjang dan tidak akan mudah putus. Di samping ditambahkan pula ridha, suka cita, tenang, percaya dan yakin. (lebih…)

asdfDalam kehidupan ini Kita selalu ingin menjadi yang terbaik…….
Sehingga Kita lupa batasan apa saja yang dapat Kita tembus atau
Dengan kata lain sesuatu yang bagai mana sih yang dapat Kita rubah
Dan apa saja yang tidak dapat Kita rubah….

1. Jenis kelamin.

Memang Ada operasi untuk mengubah kelamin. Tapi tidak bisa mengubah roh(spirit) orang yang bersangkutan. Terimalah dirimu, apakah engkau wanita ataupun pria.

Act like a woman if you are a woman and as a man if you are a man!! (lebih…)

Buaya 21Ft

Posted: Maret 5, 2009 in Hewan., Kliping
Tag:,

Yang akan dilihat di bawah ini adalah Buaya! (photonya)
Buaya ini ditemukan di New Orleans,   Di saluran air Bawah tanah ,panjang nya makhluk ini diperkirakan sekitar 21 Feet dan berat nya sekitar 4500lbs, (confert sendiri ya) 😀 dan Umurnya sekitar 80 tahun (minimum).

(lebih…)

123Pola pikir “Lelaki pendek, hitam, lebih jelek dari untanya” seperti itu, sesungguhnya hari ini begitu mewabah. Kita hidup di tengah masyarakat yang hanya melihat harga orang lain dari tampilan luarnya. Maka di sini berlaku hukum ketenaran, keterkenalan, kemashuran. Sesuatu yang sangat mudah di reka-reka, oleh industri media yang menggurita. Raksasa media hanya punya satu bahasa: bila kamu tidak terkenal, maka kamu bukan siapa-siapa. Kamu hanyalah “Lelaki pendek, hitam, lebih jelek dari untanya”. Industri media semakin mengokohkan , bahwa menjadi terkenal saat ini tidak harus karena kebaikannya. Ia bisa membuat yang buruk terkesan baik, alami, manusiawi, dan bagian dari hak asasi. Sebaliknya, ia bisa pula menampilkan orang-orang baik, dalam format yang kumal, lusuh, dan tak punya gairah hidup.

(lebih…)