SUPER TEAM OR SUPER TEAM

Posted: Mei 16, 2011 in Artikel, Bisnis Online, Info, Kliping
Tag:, , ,
TEAM dapat urai menjadi rangkaian kata dalam bahasa Inggris, Together Everyone Achieve More, yang pada intinya diartikan, bekerja bersama dalam rangka mencapai sesuatu yang lebih. Bekerja bersama lebih dari sekedar melakukan suatu pekerjaan secara bersama-sama saja. Bekerja bersama menuntut adanya keterlibatan emosional (emotional involvement) dan kewajiban moral (moral obligation).
Bekerja bersama-sama hanya berupa suatu tindakan yang dilakukan dalam waktu yang bersamaan untuk satu jenis pekerjaan yang sama.Sebuah tim yang terdiri dari orang-orang yang memiliki keahlian dalam bidangnya masing-masing dapat dikatakan sebagai Super team. Bahwa orang-orang super tersebut menempati posisi yang sesuai dengan kapasitasnya (the right man on the right place) dan di antara orang-orang tersebut terjalin sebuah kerja sama yang kokoh. Tim sepak bola dapat dijadikan sebagai contoh dari super team, kesebelasan yang terdiri dari pemain-pemain yang memang super di posisi atau bidangnya masing-masing; striker yang hebat, goalkeeper yang andal, dan sebagainya. Mereka bekerja sama (bukan bekerja bersama-sama) untuk mencapai tujuan yang lebih, yaitu kemenangan dalam pertandingan atau yang lebih besar dalam sebuah kejuaraan. Kesebelasan yang bertumpu pada kekuatan super team biasanya akan lebih unggul daripada kesebelasan yang hanya mengandalkan super star yang hanya bertumpu pada kehebatan dari satu atau dua pemain bintang saja yang menjadi andalannya.
Tim membutuhkan seorang pemimpin, yang mampu menjadi dirijen yang baik bagi anggota-anggota timnya. Dirijen yang baik harus selalu bisa mendengar, bertukar pikiran (sharing of knowledge), menampung aspirasi dari anggotaanggotanya, dan yang lebih penting adalah mengutamakan kepentingan bersama diatas kepentingan individu. Super team bukan semata mengandalkan kehebatan perseorangan,  melainkan kehebatan dari tim, hingga tim tersebut dapat benar-benar menjadi super.
***Dalam membangun tim yang andal, menurut Stephen P Robbins (dalam The Truth about Managing People, 2002), tiaptiap individu harus dapat berkomunikasi secara terbuka dan jujur, mampu menangani perbedaan dan konflik, dan menyublimasi tujuan-tujuan personal untuk mencapai dan menggapai tujuan bersama. Individu-individu yang ada didalamnya harus mampu ”mengorbankan kepentingan pribadi” demi kepentingan bersama. Dalam masalah inilah terletak arti dari pentingnya analisis sumber daya manusia (SDM). Diawali dengan proses seleksi SDM, sehingga tiap-tiap anggota tim benar-benar menerapkan keterampilan teknisnya demi tujuan bersama. Perlu juga pelatihan-pelatihan yang dapat membawa tiap-tiap individu mampu menangani masalah (problem solving), menguasai komunikasi, negoisasi, manajemen konflik, dan keterampilan melatih (coaching skills). Yang tidak kalah penting adalah sistem penghargaan (reward system) terhadap usaha-usaha bersama daripada persaingan antarindividu. Pengakuan lebih baik diberikan kepada individu dalam konteks prestasi tim daripada prestasi individu itu sendiri. Sebagai contoh, TP Rachmat ketika menjadi Presiden Direktur PT Astra Internasional selalu menekankan, super team lebih penting daripada super star (seperti dikuti dalam Care, Mata Air Kepemimpinan, 2002). Untuk membangun super team, Astra juga menanamkan nilai-nilai don blame others (jangan salahkan orang lain) dan menempatkan komunikasi sebagai faktor yang sangat penting dalam perusahaan, diimbangi dengan pelaksanaan performance appraisal. Uraian tersebut membuktikan, super team selalu terkait dengan masalah kesumberdayamanusiaan, kepemimpinan (leadership), dan kultur perusahaan. Kaitan dari ketiga faktor ini akan menentukan berhasil tidaknya suatu perusahaan (atau lembaga, bahkan negara) dalam membentuk suatu tim yang super.***
Akhir-akhir ini banyak bahasan mengenai perbedaan antara perusahaan keluarga dan perusahaan publik, sebenarnya hal itu pun tidak terlepas dari super team. Tidak berlebihan jika dikatakan, super team merupakan kunci sukses perusahaan keluarga. Dan ini sudah dibuktikan oleh perusahaan-perusahaan keluarga yang sukses, seperti IBM, Sampoerna, Djarum, Microsoft, dan lain-lain. Pakar manajemen pemasaran dari The Jakarta Consulting Group (JCG), AB Susanto, dengan bahasa yang lain, mengatakan bahwa kesuksesan perusahaan keluarga terletak pada keberhasilan penyelarasan nilai-nilai keluarga (pemilik) dan nilai-nilai bisnis. Sebenarnya, pendapat ini terkait dengan pendekatan super team yang bertumpu pada faktor SDM, kepemimpinan, dan kultur perusahaan.
Dalam perusahaan keluarga, kultur perusahaan yang ditanamkan para pendiri menjadi faktor penguat untuk bertahan, berkembang, dan maju dalam sebuah persaingan bisnis. Meskipun ada orang yang meragukan, namun kepemimpinan juga menjadi faktor penguat dalam perusahaan keluarga. Kultur dan kepemimpinan mendorong pengambilan keputusan dapat dilakukan dengan lebih cepat. Karena kultur dan kepemimpinan yang kuat, maka hubungan antara pimpinan dan karyawan menjadi lebih sederhana, menjadi seperti satu keluarga yang mempunyai hak dan kewajiban untuk mengembangkan perusahaan.
Ada pendapat mengungkapkan bahwa pelaksanaan teknis SDM tidak dapat diterapkan di perusahaan keluarga berkaitan dengan kultur dan kepemimpinan tersebut, hal ini dikarenakan adanya asumsi bahwa ketika manusia dipandang sebagai aset, modal ataupun sumber daya yang dipandang sudah tidak muda atau produktif lagi maka akan digantikan oleh yang lebih muda, agresif, kreatif, dan produktif. Dan keputusan penggantian tersebut seolah-olah menjadi keputusan dan kekuasaan mutlak dari pimpinan, ketika proses tersebut terjadi di luar prosedur.
Idealnya manusia sebagai pekerja dalam perusahaan keluarga diperlakukan selayaknya anggota keluarga, seperti hubungan anak dan orang tua. Ketika anak dibesarkan dan didewasakan dengan kasih sayang maka akan terbalaskan dengan bakti dari anak kepada orang tuanya. Perlakuan adilnya orang tua kepada anak menjadi hal yang tidak kalah pentingnya, karena jika terjadi ketidakadilan di semua lini baik antarkaryawan, maupun karyawan dengan pimpinannya, terlebih lagi jika terjadi di antara pimpinan, maka tujuan perusahaan tidak akan pernah tercapai, karena terjadi sebuah kesenjangan perlakuan adil dalam organisasi atau perusahaan tersebut. Dan ini akan berdampak pada timbulnya kecurigaan, persaingan tidak sehat, mangkir dari tugas, dan tindakan-tindakan negatif lainnya yang dapat menghambat terciptanya super team yang kukuh dan kokoh.
Super team sangat dibutuhkan di saat kondisi perekonomian makin tidak kondusif akibat kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) yang mengikuti kenaikan harga-harga barang yang lain serta merosotnya daya beli masyarakat.  Super team adalah salah satu resep mengatasi berbagai masalah, baik dalam perusahaan, organisasi, maupun negara.
sharing of knowledge, tidak saling menyalahkan,  saling mendorong demi kemajuan bersama.
Together Everyone Achieve More
 
citizennews.suaramerdeka.com
Komentar
  1. Asop mengatakan:

    …bersatu kita teguh bercerai kita runtuh.🙂

  2. angga erlangga mengatakan:

    Woowww… ceritanya mengena di dasar kalbu..🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s