Arsip untuk Mei, 2009

qur'anWaktu engkau masih kanak-kanak, kau laksana kawan sejatiku
Dengan wudhu kau sentuh aku dalam keadaan suci
Aku engkau pegang penuh kasih sayang dan kau pelajari
Aku engkau baca dengan suara lirih dan jelas setiap hari
Setelah usai engkaupun selalu menaruhku disebelah sajadahmu

Namun sekarang engkau telah dewasa
Nampaknya kau sudah tak berminat lagi padaku
Apakah aku kini hanya bacaan using yang tinggal sejarah?
Menurutmu barangkali aku bacaan yang tidak menambah ilmu pengetahuanmu
Atau menurutmu aku hanya untuk anak kecil untuk belajar mengaji saja?

Sekarang engkau simpan aku rapi sekali
Hingga kadang engkau lupa dimana aku kau simpan
Aku sudah engkau anggap hanya sebagai perhiasan rumahmu
Kadangkala aku hanya dijadikan sebuah mas’kawin
Agar engkau dianggap bertaqwa
Atau aku hanya kau buat sebagai penangkal
Untuk menakut-nakuti hantu dan syaithon
Kini aku lebih banyak tersingkir terabaikan
kau biarkan diriku dalam kesendirian penuh kesepian
aku sengkau padamkan tak sedikitpun kau sentuh

kini waktu senggang kau sempatkan membaca buku karangan manusia
sedangkan aku yang berisi ayat-ayat yang datang langsung
dari Allah Yang Maha Perkasa, engkau campakkkan
engkau abaikan dan engkau lupakan

Dimeja kerjamu tidak ada aku untuk kau baca
Yang ada hanya seonggok komputer dengan berbagaimacam tampilan
Handpone keluaran terbaru dan Laptoppun tak jauh dari sisimu
Tipudaya dalam dunia mayapun kau dekap dalam berbagai obrolan
Lewat istilah email,Friendster,Facebook,YahooMail,Hi’five,Blog
Yach’ di depan komputer berjam-jam engkau betah duduk
Hanya sekedar membaca berita-berita murahan dan bermain game
Kau semakin sibuk dengan urusan duniamu

(lebih…)

123Persahabatan itu seperti tangan dengan mata…
Saat tangan terluka, mata menangis…
Saat mata menangis, tangan menghapusnya..

Persahabatan Apa yang kita alami demi teman kadang-kadang melelahkan dan menjengkelkan, tetapi itulah yang membuat persahabatan mempunyai nilai yang indah. Persahabatan sering menyuguhkan beberapa cobaan, tetapi persahabatan sejati bisa mengatasi cobaan itu bahkan bertumbuh bersama karenanya.

Persahabatan tidak terjalin secara otomatis tetapi membutuhkan proses yang panjang seperti besi menajamkan besi, demikianlah sahabat menajamkan sahabatnya.

Persahabatan diwarnai dengan berbagai pengalaman suka dan duka, dihibur-disakiti, diperhatikan – dikecewakan, didengar – diabaikan, dibantu – ditolak, namun semua ini tidak pernah sengaja dilakukan dengan tujuan kebencian. Seorang sahabat tidak akan menyembunyikan kesalahan untuk menghindari perselisihan, justru karena kasihnya ia memberanikan diri menegur apa adanya.

Sahabat tidak pernah membungkus pukulan dengan ciuman, tetapi menyatakan apa yang amat menyakitkan dengan tujuan sahabatnya mau berubah.

Proses dari teman menjadi sahabat membutuhkan usaha pemeliharaan dari kesetiaan, tetapi bukan pada saat kita membutuhkan bantuan barulah kita memiliki motivasi mencari perhatian, pertolongan dan pernyataaan kasih dari orang lain,tetapi justru ia beriinisiatif memberikan dan mewujudkan apa yang dibutuhkan oleh sahabatnya.

(lebih…)