Salty Coffee

Posted: April 6, 2009 in Refresh, Renungan Bantal, Sekedar iseng
Tag:,

coffeeLaki-laki itu datang ke sebuah pesta. Meskipun penampilannya tidak jauh berbeda dengan penampilan laki-laki lain yang datang, namun kelihatannya tidak seorangpun yang tertarik padanya. Ia lalu memperhatikan seorang gadis yang dari tadi dikelilingi banyak orang. Di akhir pesta itu, ia memberanikan diri mengundang gadis itu untuk menemaninya minum kopi. Karena kelihatannya laki-laki itu menunjukkan sikap yang sopan, gadis itupun memenuhi undangannya. Mereka berdua kini duduk di sebuah warung kopi. Begitu gugupnya laki-laki itu hingga ia tidak tahu bagaimaan harus memulai sebuah percakapan.

Tiba-tiba ia berkata kepada pelayan, “Dapatkah engkau memberiku sedikit garam untuk kopiku?”

Setiap orang yang ada di sekitar mereka memandang lelaki itu keheranan. Wajahnya memerah seketika, tetapi ia tetap memasukkan garam itu ke dalam kopinya lalu kemudian meminumnya. Penuh rasa ingin tahu, gadis yang duduk di depannya bertanya, “Bagaimana kau bisa mempunyai hobi yang aneh ini?”

Laki-laki itupun menjawab, “Ketika aku masih kecil, aku hidup di dekat laut, aku suka bermain-main di laut. Jadi aku tahu rasanya air laut, asin seperti rasa kopi asin ini. Sekarang, setiap kali aku meminum kopi asin ini, aku terkenang akan masa kecilku, tentang kampung halamanku, aku sangat merindukan kampung halamanku, aku merindukan orang tuaku yang tetap hidup di sana .” Ia mengatakan itu sambil berurai air mata, kelihatannya ia sangat tersentuh.

Gadis itu berpikir, “Apa yang diceritakan oleh laki-laki tersebut adalah ungkapan isi hatinya yang terdalam. Orang yang mau menceritakan tentang kerinduannya akan rumahnya adalah orang yang setia, peduli dengan rumah dan bertanggung jawab terhadap seisi rumahnya”. Maka gadis itupun mulai bercerita tentang kampung halamannya yang jauh, masa kecilnya dan keluarganya.

Merekapun berpacaran. Gadis iu menemukan semua yang dia inginkan di dalam diri laki-laki tersebut. Laki-laki itu begitu toleransi, baik hati, hangat dan penuh perhatian. Ia adalah laki-laki yang sangat baik, sehingga ia selalu merindukannya. Singkat cerita, merekapun menikah dan hidup bahagia. Setiap kali, ia selalu membuatkan kopi asin bagi suaminya karena ia tahu suaminya sangat menyukai kopi asin.

Sesudah empat puluh tahun menikah, meninggallah suaminya. Ia meninggalkan surat kepada istrinya,

“Sayangku, maafkan aku, maafkan kebohonganku selama aku hidup. Inilah satu-satunya kebohonganku padamu, yaitu tentang “kopi asin”. Ingatkah engkau pertama kali kita bertemu dan berpacaran? Saat itu aku begitu gugup untuk memulai percakapan kita.. Karena kegugupanku, aku akhirnya meminta garam padahal yang aku maksudkan adalah gula. Selama hidupku banyak kali aku mencoba untuk mengatakan kepadamu hal yang sebenarnya, sebagaimana aku telah berjanji bahwa aku tidak akan pernah berbohong kepadamu untuk apapun juga. Tetapi aku tidak sanggup mengatakannya. Kini aku sudah mati, aku tidak takut lagi, maka aku memutuskan untuk mengatakan kebenaran ini kepadamu bahwa aku tidak suka kopi asin. Rasanya aneh dan tidak enak. Selama hidupku aku baru meminum kopi asin sejak aku mengenalmu. Meski begitu, aku tidak pernah menyesal untuk apapun yang aku lakukan untukmu. Memiliki engkau merupakan kebahagiaan terbesar yang pernah aku miliki selama hidupku. Jika aku dapat hidup untuk kedua kalinya, aku tetap ingin mengenalmu dan memilikimu selamanya, meskipun aku harus meminum kopi asin lagi”.

Air mata wanita itu membasahi surat yang dibacanya. Suatu hari seseorang bertanya kepadanya, “Bagaimana rasanya kopi asin itu?” “Sangat enak”, jawabnya.

============ ========= ========= ===

Kita selalu berpikir bahwa kita sudah mengenal pasangan kita lebih dari orang lain mengenal mereka. Tetapi mungkin saja ada hal-hal tertentu yang tidak kita ketahui di mana pasangan kita telah rela meminum “kopi asin” (salty coffee) dengan membuang ego, kesombongan, kesenangan dan hobinya untuk menjaga keharmonisan hubungan kita dengannya. Ya, begitulah caranya mengasihi dan mencintai. Bukan menuntut, tetapi berkorban.

Membuang kebencian dan mengasihi lebih lagi, menyebabkan rasa garam lebih enak daripada rasa gula.

Sumber : tidak diketahui Dari millis tetangga…

Komentar
  1. HumorBendol mengatakan:

    Ceritanya bagus banget mas. Bermakna banget.🙂

  2. ekaria27 mengatakan:

    ->> Ya, begitulah caranya mengasihi dan mencintai. Bukan menuntut, tetapi berkorban.
    .
    .
    Tidak mudah untuk berkorban, ada rasa sakit disana namun itulah yang membuat cinta terasa lebih indah🙂

  3. Indra Kurniawan mengatakan:

    ceritanya lucu… kira-kira si istrinya merasa dibohongi ga sih? atau kalau misalnya si suaminya ga berbohong mungkin istrinya tetap akan mencintainya? hihi..

  4. Aden Kejawen mengatakan:

    Assalamu’alaikum………..Sungguh posting yang bermanfaat

    silaturahim nich….biar gak lupa

  5. suwung mengatakan:

    wah …. sesuatu yang dimulai dengan kebohongan ternyata bisa bertahan pula ya?

  6. mariSHa mengatakan:

    cerita yang bagus ^ay^ penuh kedewasaan didalamnya. dng satu ungkapan
    “Yup! Pengorbanan !”

  7. nono mengatakan:

    atas nama cinta…

  8. wi3nd mengatakan:

    so touchi..

    mencintai tanpa pamrih dan memberi den9an tulus…🙂

  9. bluethunderheart mengatakan:

    selamat malam bang
    wah………………asli blue bangga sama abang yang dengan sangat ringan namun manis dalam menghidupkan postingan cerita ini. keren
    blue kalah dech sama abang
    salam hangat selalu

  10. kezedot mengatakan:

    selamat malam bang
    gimana tadi sudah ikutan ngantri tuk contrengkan

    semoga mimpi indah ya bang
    salam hangat tuk keluarga abang

  11. Hary4n4 mengatakan:

    Aku rindu hidup dengan “atas nama cinta”. Semua akan jadi terasa indah dan lebih bermakna. Oh ya..salam kenal mas.

  12. Ria mengatakan:

    aku pernah dapet cerita ini dari seorang teman…mengharukan ya kalau kita benar2 tidak mengenal pasangat kita.

    komunikasi…komunikasi…komunikasi

  13. geRrilyawan mengatakan:

    jederrrr…
    pengorbanannya gila juga…minum kopi asin terus selama 40 tahun.
    pasti istrinya manis sekali…🙂

  14. kezedot mengatakan:

    malam bang
    duh sebenarnya blue kenapa ya bang
    koq jadi ngeres terus pikirannya salam hangat dalam dua musimnya blue

  15. bluethunderheart mengatakan:

    malam bang
    kangen juga blue sama abang kita ini………….
    pokoknya tunjuk satu bintang dech untuk postingan abang kita ini
    keep spiritnya asyik dan mengena banget
    salam hangat dalam dua musimnya blue

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s