Arsip untuk April, 2009

Sahalat“yaa… Bilaal, Arihnaa bish shalaah.. Wahai Bilal, istirahatkan kami dengan shalat !

Teruntuk saya yang sangat jauh dari menghayati ibadah, awal-awal kata ini menjadi sangat janggal. Bagaimana tidak, sementara shalat adalah beban yang begitu berat. Tidak, tidak mungkin. Mana bisa shalat menjadi suatu istirahat. Justru shalat menumbuhkan kepenatan-kepenatan yang sangat.

Tetapi melihat aktivitas Rasulullah dan para shabat di luar Shalat, saya minimal menjadi sangat maklum jika shalat dianggap istirahat. Bagaimana tidak, sementara waktu mereka diisi sepenuh bakti untuk kerja-kerja besar yang bernilai dunia-akhirat. Di sana mereka bertemu dengan aneka beban berat, haling rintang yang silih berganti, dan kesulitan yang menguras energi raga dan jiwa. Maka Allah yang Maha Pengasih memanggil mereka dengan kewelasan dan rahmat, memberikan istirahat dalam kesejukan perjumpaan.

“Wahai orang-orang yang beriman,
mohonlah pertolongan Allah dengan sabar dan shalat.
Sesungguhnya allah beserta orang-orang yang sabar.” (Al-Baqarah 153

Shalat, berdasarkan buku yang saya baca yaitu menurut Sayyid Quthb dalam Fi Zhilaalil Quran, digandengkan dengan sabar karena perpaduan ini merupakan mata air yang tak pernah kering dan bekal yang tak pernah habis. Mata air yang memperbaharui tenaga, dan bekal yang membekali hati, sehingga tali kesabaran semakin panjang dan tidak akan mudah putus. Di samping ditambahkan pula ridha, suka cita, tenang, percaya dan yakin. (lebih…)

coffeeLaki-laki itu datang ke sebuah pesta. Meskipun penampilannya tidak jauh berbeda dengan penampilan laki-laki lain yang datang, namun kelihatannya tidak seorangpun yang tertarik padanya. Ia lalu memperhatikan seorang gadis yang dari tadi dikelilingi banyak orang. Di akhir pesta itu, ia memberanikan diri mengundang gadis itu untuk menemaninya minum kopi. Karena kelihatannya laki-laki itu menunjukkan sikap yang sopan, gadis itupun memenuhi undangannya. Mereka berdua kini duduk di sebuah warung kopi. Begitu gugupnya laki-laki itu hingga ia tidak tahu bagaimaan harus memulai sebuah percakapan.

Tiba-tiba ia berkata kepada pelayan, “Dapatkah engkau memberiku sedikit garam untuk kopiku?”

Setiap orang yang ada di sekitar mereka memandang lelaki itu keheranan. Wajahnya memerah seketika, tetapi ia tetap memasukkan garam itu ke dalam kopinya lalu kemudian meminumnya. Penuh rasa ingin tahu, gadis yang duduk di depannya bertanya, “Bagaimana kau bisa mempunyai hobi yang aneh ini?”

Laki-laki itupun menjawab, “Ketika aku masih kecil, aku hidup di dekat laut, aku suka bermain-main di laut. Jadi aku tahu rasanya air laut, asin seperti rasa kopi asin ini. Sekarang, setiap kali aku meminum kopi asin ini, aku terkenang akan masa kecilku, tentang kampung halamanku, aku sangat merindukan kampung halamanku, aku merindukan orang tuaku yang tetap hidup di sana .” Ia mengatakan itu sambil berurai air mata, kelihatannya ia sangat tersentuh.

(lebih…)

Untuk-Mu Ibu…!

Posted: April 3, 2009 in Renungan Bantal, Wanita
Tag:,

IBU Menjadi ibu. Bagi banyak wanita adalah mimpi-mimpi yang dilatih dengan kerinduan, cinta dan asahan rasa. Seruak cita itu adalah fithrah paling indah yang dikaruniakan Allah. Kecenderungan, rasa, kemuliaan. IBU . . . ! Mulia cukup dengan telapak kaki perjuangan. Karena tak seorang pria pun, memiliki kedudukan ini ; “Surga ditelapak Kaki Ibu”. Tak satu pria pun, Demi Allah, tak satu pria-pun.

Ibu . . . !

Panggilan yang begitu menggetarkan, membiruharu, menggemakan rasa terdalam di diri setiap wanita. Selalu dan senantiasa. Ada nuansa, cita, imaji dan gairah setiap kali kata tiga huruf plus tiga titik dan tanda seru itu diteriakkan oleh sosok-sosok mungil yang menyambut kehadiran.

(lebih…)

asdfDalam kehidupan ini Kita selalu ingin menjadi yang terbaik…….
Sehingga Kita lupa batasan apa saja yang dapat Kita tembus atau
Dengan kata lain sesuatu yang bagai mana sih yang dapat Kita rubah
Dan apa saja yang tidak dapat Kita rubah….

1. Jenis kelamin.

Memang Ada operasi untuk mengubah kelamin. Tapi tidak bisa mengubah roh(spirit) orang yang bersangkutan. Terimalah dirimu, apakah engkau wanita ataupun pria.

Act like a woman if you are a woman and as a man if you are a man!! (lebih…)