Hak Paten Karya, Ide dan Ilmu

Posted: Maret 30, 2009 in Artikel, Renungan Bantal, Sekedar iseng
Tag:,

Claim ItBanyak yang bilang masa sekolah adalah masa yang paling menyenangkan. Saat duduk di bangku sekolah adalah salah satu kenangan terindah yang bisa dimiliki oleh manusia. Banyak yang berusaha, dan bersusah payah untuk dapat bersekolah. karena dengan ilmu segala sesuatu akan lebih mudah dikerjakan. Semua itu tak lepas dari besar jasa guru yang telah mengajari kita berbagai macam hal, betapa besar pengorbanan yang mereka berikan kepada kita para muridnya, dengan bayaran yang tak seberapa dibanding dengan ilmu yang mereka berikan kepada kita para muridnya.

Dengan bekal ilmu yang dimiliki saat ini, tentunya banyak sekali kemudahan-kemudahan yang didapati dalam perjalanan hidup kita. Tentunya tanpa harus membayar “royalti” kepada para guru yang pernah mengajari kita, entah di sekolah formal maupun non formal. Kita tak perlu membayar sesen pun kepada mereka. Susah di percaya ya, bayar sekali untuk digunakan seumur hidup, itupun dengan harga yang sangat  murah. Kalau begitu tidak masalah dong kita berbagi ilmu dengan sesama, menularkannya kepada orang lain, memberi mereka bagian dari pengetahuan kita, berbagi sedikit dari ribuan pengalaman yang kita miliki, dan saya yakin dengan melakukan itu kita tidak kehilangan apapun, ingatan kita tidak berkurang, pengalaman pun tak akan terhapus dari otak kita. Lalu mengapa kita harus begitu pelit, dan kikir dengan ilmu. Bukankah dengan berbagi pengetahuan kita tak kehilangan apapun. Bukankah setiap pengetahuan yang ada di muka bumi ini milik Sang Maha Pencipta, dan Ia tak pernah meminta sedikitpun dari kita untuk membalasnya, tak pernah meminta bayaran apapun dari umatnya untuk pengganti ilmu yang Ia berikan pada umat ini.

Lalu mengapa kita memerlukan bayaran dari sesuatu yang Cuma-cuma, dari sesuatu yang merupakan kewajiban kita untuk mendapatkannya dan berbagi dengan sesama, bukankah bayaran yang paling utama adalah bayaran dari-Nya, yang nanti akan dibayarkan pada saat yang telah ditentukan. Lalu mengapa hak cipta dan “royalti” ini menjadi begitu penting, hingga diperdebatkan dan diperebutkan, bahkan dengan menyakiti saudaranya sendiri. Kalau ingin menghitung-hitung “royalti” dan hak Hak Paten Karya, Ide dan Ilmu, bukankah Tuhan Yang Maha Esa lebih berhak dengan ini semua dibanding kita umat-Nya. Jadi masih perlukah kita bersombong diri, dengan mengklaim bahwa kitalah yang melahirkan karya-karya dan ilmu pengetahuan, sehingga dengannya siapapun yang ingin tau, ingin mengerti, ingin bertambah khasanah keilmuannya harus menorehkan pengakuan, bahwa kitalah sang pemilik dari karya dan ide.

Kira-Kira kesimpulannya waktu saya denger pembicaraan beberapa orang, (ga sengaja kedengeran)😀 ya seperti itu. Aku ko jadi binun ya.. mmm Kira-kira bener ga ya?? atau malah …!!??

Komentar
  1. Catatan Muslim mengatakan:

    Assalamualaikum

    Ulasan dari Pemahaman yang menarik, selamat berbagi dengan sesama saudaraku terkasih.. semoga Allah Ridha kepadamu.

    Wassalamualaikum

  2. senoaji mengatakan:

    sebenarnya royalti menurutku persoalan eksistensi aja sob! orang butuh pengakuan, salah satu medianya adalah berkarya!

  3. maRiSha mengatakan:

    hem’dah akyu baca ney.
    sebagaiman Rasulullah bersabda : “Barang siapa mengenal dirinya, maka ia akan sibuk memperbaiki dan memikirkan dirinya sendiri tanpa memperdulikan yang lain.kecuali orang-orang yang sibuk berkhidmat mengenal RabbNya. maka ia akan meninggalkan segala tipu daya dunia” Mutiara Hadits Shahih Bukhari-Muslim
    Yaaa jd masalah pengakuan atau ingin diakui karyanya thu hal yg biasa broWw,…namanya juga manusia ! ! !

  4. learn2luv mengatakan:

    mm..mungkin yg kurang adalah kesadaran dr masing2 pihak bahwa segala sesuatu yang berebntuk kreatifitas dan dpt begruna serta menguntungkan piahk2 tertentu harus Qta hormati dan mengakui hak milik seseorang… mmm
    kira2 udah bener g y kata2Q? Hehe

  5. soyosoewoeng mengatakan:

    kalo blog atau artikel di blog bisa dipatentkan tidak ya?

    Untuk yang tau jawabannya.. Monggo…!!:-D

  6. Tuyi mengatakan:

    Pengakuan yang sah, supaya tidak ditiiru oleh pihak lain, itu memang perlu supaya tidak terjadi pembajakan karya orang lain.

  7. rayyahidayat mengatakan:

    kata Tante Wiki, meski bagian dari ilmu, kebenaran matematika itu termasuk yang tidak dapat dipatenkan.
    buat contoh aja kok😀

  8. Ria mengatakan:

    Hak Paten terhadap suatu karya cipta memang harus, tetapi memang harus bagi yg BENAR2 BERHAK😀

    badan khusu yg bertugas untuk menyelidikilah yg punya tanggung jawab menentukan, dan amanah yg besar buat mereka tentunya…

    dan saya setuju bahwa Tuhan lah yg berhak atas semua hak cipta di dunia, manusia kan hanya di titipkan🙂

  9. Murid Baru mengatakan:

    Hehe… kapitalisme di sini memainkan kartu trufnya. Negara kapitalis kelas wahid dulu-dulunya melakukan plagiarism. Setelah mereka kuat, mereka melarang negara lain untuk melakukan hal yang sama. Itu salah satu sisi saja. Sisi yang lain, memang ada orang-orang yang tidak mau menghargai jerih payah penemuan orang lain. Sehingga, hal ini dapat mematikan kreativitas… ah jadi tambah binun ya. Salam hangat aja dah.🙂

    Artikel tarbaru dari Murid Baru: Kepedulian pada Bencana Mungkin Sekadar Pola Hidup Topikal

  10. andry mengatakan:

    tMuacl comment4 ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s