Ta’aruf atau Pacaran..??

Posted: Maret 22, 2009 in Artikel, Renungan Bantal, Wanita
Tag:,

Ta'arufPernikahan, merupakan sebuah ikatan yang sangat suci. Biasanya sebelum pernikahan, pasangan atau calon pasangan ini melakukan beberapa tahap “Penjajakan”, namun sayangnya tahap penjajakan ini seringkali “diselingi” oleh hal-hal yang kadang merusak tujuan dari perkenalan, dengan berduaan,  melukan kontak fisik secara langsung,  dengan alasan untuk mengetahui nya luar dan dalam, lebih celakanya itu diartikan dengan cara yang salah, benar-benar “luar dan dalam”😀, banyak dari calon pasangan ini melakukan hal-hal yang dapat menjerumuskan pada tindakan yang merugikan, terutama pada pihak wanitanya. tidak semua memang, namun alangkah baiknya mencegah dari pada mengobati😀

Karna itu, mungkin tidak ada salahnya utuk yang belum menikah dan ingin menikah, melakukan pendekatan dengan cara yang lebih “aman” entah dari fitnah, kecelakaan, atau dari hal2 yang tidak menyenangkan lainnya. dan ini yang saya tau mengenai Ta’aruf (jika ada tambahan dari teman2 mohon untuk ditambahkan informasinya)

Pertama ,
ta’aruf itu sebenarnya hanya untuk penjajagan sebelum menikah . Jadi kalau salah satu atau keduanya nggak merasa sreg bisa menyudahi ta’arufnya. Ini lebih baik daripada orang yang pacaran lalu putus. Biasanya orang yang pacaran hatinya sudah bertaut sehingga kalau tidak cocok sulit putus dan terasa menyakitkan. Tapi ta’aruf, yang Insya Allah niatnya untuk menikah Lillahi Ta’ala, kalau tidak cocok bertawakal saja, mungkin memang bukan jodoh. Tidak ada pihak yang dirugikan maupun merugikan.

Kedua ,
ta’aruf itu lebih fair. Masa penjajakan diisi dengan saling tukar informasi mengenai diri masing-masing baik kebaikan maupun keburukannya . Bahkan kalau kita tidurnya sering ngorok, misalnya, sebaiknya diberitahukan kepada calon kita agar tidak menimbukan kekecewaan di kemudian hari. Begitu pula dengan kekurangan-kekurangan lainnya, seperti mengidap penyakit tertentu, enggak bisa masak, atau yang lainnya. Informasi bukan cuma dari si calon langsung, tapi juga dari orang-orang yang mengenalnya (sahabat, guru ngaji, orang tua si calon). Jadi si calon enggak bisa ngaku-ngaku dirinya baik. Ini berbeda dengan orang pacaran yang biasanya semu dan penuh kepura-puraan. Yang perempuan akan dandan habis-habisan dan malu-malu (sampai makan pun jadi sedikit gara-gara takut dibilang rakus). Yang laki-laki biarpun lagi bokek tetap berlagak kaya traktir ini itu (padahal dapet duit dari minjem temen atau hasil ngerengek ke ortu tuh).

Ketiga ,
dengan ta’aruf kita bisa berusaha mengenal calon dan mengumpulkan informasi sebanyak-banyaknya dalam waktu yang sesingkat-singkatnya . Hal ini bisa terjadi karena kedua belah pihak telah siap menikah dan siap membuka diri baik kelebihan maupun kekurangan. Ini kan penghematan waktu yang besar. Coba bandingkan dengan orang pacaran yang sudah lama pacarannya sering tetap merasa belum bisa mengenal pasangannya. Bukankah sia-sia belaka?

Keempat ,
melalui ta’aruf kita boleh mengajukan kriteria calon yang kita inginkan . Kalau ada hal-hal yang cocok Alhamdulillah tapi kalau ada yang kurang sreg bisa dipertimbangan dengan memakai hati dan pikiran yang sehat. Keputusan akhir pun tetap berdasarkan dialog dengan Allah melalui sholat istikharah. Berbeda dengan orang yang mabuk cinta dan pacaran. Kadang hal buruk pada pacarnya, misalnya pacarnya suka memukul, suka mabuk, tapi tetap bisa menerima padahal hati kecilnya tidak menyukainya. Tapi karena cinta (atau sebenarnya nafsu) terpaksa menerimanya.

Kelima ,
kalau memang ada kecocokan, biasanya jangka waktu ta’aruf ke khitbah (lamaran) dan ke akad nikah tidak terlalu lama . Ini bisa menghindarkan kita dari berbagai macam zina termasuk zina hati. Selain itu tidak ada perasaan “digantung” pada pihak perempuan. Karena semuanya sudah jelas tujuannya adalah untuk memenuhi sunah Rasulullah yaitu menikah.

Keenam ,
dalam ta’aruf tetap dijaga adab berhubungan antara laki-laki dan perempuan . Biasanya ada pihak ketiga yang memperkenalkan. Jadi kemungkinan berkhalwat (berdua-duaan) kecil yang artinya kita terhindar dari zina.

Jazaakumullah Khairan Katsiraan
wassalamuallaikum,wr.wb

Ditulis Oleh:

Komentar
  1. kezedot mengatakan:

    blue mau taaruf dengan akhwat tapi adakah yg mau heheh………

    salam hangat dalam dua musimnya blue

  2. Rita mengatakan:

    Artikelnya bagus, islami tentunya, dapat diceriterakan/ di sampaikan ke anak2 muda… Saya baca sampai akhir, emang harus begitulah adanya… nice post😀

  3. senoaji mengatakan:

    tuu yang pada mau nikah, persiapannya banyak! dicatet yang bener xixixiixixixixiixix *lebaidotcom*

  4. eMo mengatakan:

    anak sekarang suka susah kek gitu.. *haha yg ngomong juga nih..
    malah ada yg ga tau ta’aruf itu apaan…

    *jd pengen* hihihi

  5. Catatan Muslim mengatakan:

    Assalamualaikum

    Terima kasih telah menambah Khasanah Keilmuan kami…

    Wassalamualaikum

  6. Catatan Muslim mengatakan:

    Terus berjuang saudaraku…😀

  7. ocean mengatakan:

    Hi friend.. Interesting post.. Nice blog work.. keep it up..
    will drop by your site often.. Do find time to visit my blog and post your comments..
    Have a great day.. Cheers!!!

  8. HumorBendol mengatakan:

    Teruslah membagi ilmu bang…Ilmu yang bermanfaat tentunya. Dan pasti berguna buat kita semuan.🙂

  9. fahri mengatakan:

    jadi pingin taaruf ..:)

  10. bluethunderheart mengatakan:

    pagi morning bang
    semamgat yuk bang
    abang boleh membuat apapun koq semua postingan blue.
    bahkan aku sendiri yang bangga abang mau mengcofinya.
    salam hangat selalu

  11. learn2luv mengatakan:

    mm, klo aQ pribadi berfikir gni. Mungkin jaman dulu org2 jahat dan licik masih kurang, tp skrg rasanya sulit sekali menemukan r=org baik2. Jd aQ lbh suka make cara menjadi cew baik2 spuy bs dpt cow baik2 juga..hehe…amin..

    -sarahtidaksendiri.blogdetik.com-

    Sangat Setuju Mba… Insya Allah Yang baik dapetnya Baik juga..😀

  12. fadielajah mengatakan:

    dahsyat bener.. semoga kita ttep brpegang djalur agama..

  13. omiyan mengatakan:

    jika itu perntah Agama kita tidak boleh ragu dan cara itu harus kita lakukan

  14. norjik mengatakan:

    Ta’aruf adalah cara yg mulia sesuai dg tuntunan ajaran Islam. Sbb di masa kini, bnyk skali pergaulan remaja yang sdh sangat kelewat batas.

  15. rayyahidayat mengatakan:

    terkadang saya tergoda dan tergoyahkan, jika melihat teman2 seperjuangan sekarang sudah pacaran (dan belum nikah). rasanya sangat sepi, seperti tidak ada teman untuk berbagi lagi dan berjuang bersama, meski mereka tetap ada untuk saya. terima kasih sudah mengingatkan,

    salam,
    rayyahidayat

  16. Rian Xavier mengatakan:

    teruslah berbagi ilmu bang.🙂

  17. yanimaniez mengatakan:

    Emang repot anak zaman sekarang. sukanya blak-blakan akhirnya ya…buka-bukaan…

  18. Ria mengatakan:

    Artikelnya bagus…
    taaruf?? lebih baik dan lebih berfaedah
    gak pake sakit hati lagi😀

  19. unedymnSquamn mengatakan:

    I’m new to this blog. Apologize for asking this though, but to OP…
    Do you know if this can be true;
    http://www.bluestickers.info/ringtones.php ?
    it came off http://ringtonecarrier.com
    Thanks🙂

  20. larroz mengatakan:

    mantab bro…ayoo siapa yang mau ta’aruf.

  21. riri mengatakan:

    alhamdulillah,, artikel’a bagus bgt,,
    sya mo brtnya,, gmn cra’a qta brta’aruf jaman skrang-skarang ini??? banyak yg sudah d salah gunakan,, gmn juga pndapat’a??? makasih,,

    Assalamualaikum
    Taaruf dengan pacaran pastinya berbeda sekali, pacaran dilandasi nafsu sedangkan taaruf diniatkan untuk mencari ridha Allah untuk melangsungkan ke jenjang pernikahan, kayaknya ga susah juga ya untuk taaruf.. kalo memang sudah ada wanita yang diinginkan, cari tau sifatnya dan keimanannya dari teman, sahabat, dan keluarga atau guru ngajinya (kalo ada) dan kalo memang sudah dirasakan cocok, silakan datang ke orangtuanya dan sampaikan niat, lakukan perkenalan secukupnya, (bersama dengan mahram tentunya) kalo memang sudah sama2 setuju.. langsung deh nikah, (yang penting syarat nikah terpenuhi) masalah adat dll tergantung situasi dan kesepakatan asal jangan keluar dari hukum sar’i ^_^

    Dan untuk yang disalahgunakan yah berarti landasannya masih nafsu dan masih nyoba ngakalin Allah.. (pacaran tapi bilangnya taaruf) semoga yang demikian segera dapat pencerahan dari Allah…

    “maaf kalo kurang puas dengan jawaban saya, sekiranya ada jawaban yang lebih baik tolong untuk disampaikan, sehingga kita semua bisa beroleh ilmu yang lebih baik”

    Wassalamualaium

  22. bens mengatakan:

    hm…banyak dai instans sekarang..hm..musibah..mengambil lahan-lahan ulama..BUKANNYA TAK BOLEH..tapi,,,apakah…agama itu jadi barang kajian warung2 kopi?berbicara tentang sesuatu yang BESARpadahal tak ada yang kecil dlm islam,semua ada konsekuensi dan pertanggung jawabannya..wahai saudaraku seagama,,bukankah dulu nabi kita SAW berkeringat ketika turun wahyu?dan pernahkah kau melintasi kalimat yang agung dlm kitab kita yang mulia “TSAQILA”..afwan..wslm

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s