~ADA BERJUTA ORANG BAIK YANG TIDAK KITA KENAL~

Posted: Maret 3, 2009 in Artikel, Kliping, Sekedarnya
Tag:,

123Pola pikir “Lelaki pendek, hitam, lebih jelek dari untanya” seperti itu, sesungguhnya hari ini begitu mewabah. Kita hidup di tengah masyarakat yang hanya melihat harga orang lain dari tampilan luarnya. Maka di sini berlaku hukum ketenaran, keterkenalan, kemashuran. Sesuatu yang sangat mudah di reka-reka, oleh industri media yang menggurita. Raksasa media hanya punya satu bahasa: bila kamu tidak terkenal, maka kamu bukan siapa-siapa. Kamu hanyalah “Lelaki pendek, hitam, lebih jelek dari untanya”. Industri media semakin mengokohkan , bahwa menjadi terkenal saat ini tidak harus karena kebaikannya. Ia bisa membuat yang buruk terkesan baik, alami, manusiawi, dan bagian dari hak asasi. Sebaliknya, ia bisa pula menampilkan orang-orang baik, dalam format yang kumal, lusuh, dan tak punya gairah hidup.

Semua ini telah memaksa orang dengan perlahan namun sangat massif, untuk merekam di bawah alam sadarnya, bahwa orang-orang besar ialah mereka yang berulang-ulang tampil di televisi, tampil di atas panggung, menyeruak di atas pentas. Padahal, ada berjuta orang baik yang tak kita kenal. Ada berjuta orang baik yang tak pernah dikenal. Ada berjuta orang baik, yang seumur hidupnya, hingga akhir hayatnya, tak pernah sedetikpun muncul di televisi. Memahami prinsip ini sangat penting. Tidak semata etika soal menghormati sesama. Lebih dari itu, sikap ini, kali pertama kepentingannya adalah untuk kita sendiri. Ialah agar kita tidak pernah sedetikpun merasa lebih baik dari orang lain, dalam hal apa saja. Agar kita tidak mengukur kebaikan dengan kacamata kita sendiri. Selalu memandang orang lain tidak sebaik dirinya. Sungguh, itu adalah kesalahan besar.

Dunia yang luas ini, semestinya memberi kita runag kesadran, bahwa begitu banyak orang yang tidak kita kenal. Terlebih orang-orang baik di antara mereka. Siapapun kita sejujurnya bukan siapa-siapa. Dilihat dari kenyataan bahwa ada berjuta orang baik di luar sana, yang mungkin tidak pernah kita kenal sebelumnya. Dan mungkin tak akan pernah kita kenal selamanya. Sanagat mungkin di anatara mereka adalah orang-orang yang jauh lebih baik, lebih terhormat, lebih banyak kebajikannya, lebih luas pengetahuannya. Menjadi baik, tidak serta merta harus terkenal. Sebagaimana orang-orang terkenal, kesohor, bukan berarti ia orang-orang yang layak ditiru. Ini adalah zaman dimana ketenaran bisa dengan modal murahan, termasuk menggadaikan kehormatan diri.

Di hari-hari yang penuh fitnah ini, kita harus yakin, ada begitu banyak orang yang tidak kita kenal, tapi mereka jauh lebih baik dari kita. Kesadaran ini akan memacu dua hal sekaligus : kita akan terus berbenah, manata diri dan meningkatkan kebaikan. Kedua, bahwa kita tidak boleh merasa cukup, merasa lebih baik, sebab hanya di Akhirat kelak kita kan tahu. Ada banyak orang baik yang memilih tidak dikenal. Ada berjuta orang-orang yang memilih jalan ini. Ya ternyata, ada berjuta orang baik yang tak kita kenal

Komentar
  1. dobleh yang malang mengatakan:

    selamat siang
    abang entah mengapa blue terkesima dengan postingan babang kita ini
    ringan memang namun indah banget
    salam hangat selalu
    datang ke gardu blue yah

  2. bujanglahat mengatakan:

    Postingan yang bagus kang…🙂

    Baru bisa blogwolking setelah sekian lama puasa dari dunia maya… hehe

    apa kabar kang?

  3. Andy MSE mengatakan:

    Saya malah sering disepelekan gara-gara penampilan… tapi saya yakin, saya masih baik-baik saja kok! hehehe (maaf nggak nyambung)…

  4. senoaji mengatakan:

    Di hari-hari yang penuh fitnah ini

    kata-katanya yoi…

  5. thevemo™ mengatakan:

    masih ada orang yang baik…percaya lah

  6. munawar am mengatakan:

    dari sejuta itu, kadang ada dekat sekali dengan kita, tapi kita tetap saja tidak mau mengerti memahami dan mengenalinya…., ayo dicari orang yang baik itu…

  7. norjik mengatakan:

    sdh saatnya kita cb untuk berkenalan dg org dan menanyakan apa dia “orang baik” ? spya kita kenal dg “orang baik” tersebut… **ngelantur mode:ON

  8. wi3nd mengatakan:

    masih aDa kok oran9 baik diluar sanah..
    dan aku percaya ituh…🙂

    Saya juga percaya… BANGET…😀

  9. mas stein mengatakan:

    makanya bisnis pencitraan laku keras sekarang om😆
    saya kadang rada bingung dengan terminologi orang baik, tapi saya setuju tiap orang punya suatu kelebihan dibanding kita, jadi ndak boleh sombong

  10. Sarah Tahnia mengatakan:

    wah..nice post…aQ peracy mmg banyak org baik di luar sana, rasanya mmg sulit untuk mengenal seluruhnya, tp bertemu dgn memliki kenalan yg baik seorang sj sdh mrpakn anugerah jg buatQ pribadi..🙂

  11. Prasetya Yudha mengatakan:

    Yap..seperti halnya kita misal berencana melakukan solo traveling ke kota lain, sbetulnya kita nggak perlu takud jg, karena diluar sana, orang baik lebi bnyk dari orang jahat. Lalu kita jg pasti bs membedakan, mana orang yang baik, dan mana orang yang jahat.
    Hmm..btw, lam kenal maz..:-D

  12. rayyahidayat mengatakan:

    “Lelaki pendek, hitam, lebih jelek dari untanya”

    Bang, saia suka sekali membac tulisan ini.
    Juga tentang (kalau ngga salah) “Pemuda Andalusia dan Seekor Gajah”. Ngena banget isinya.

    Terima kasih ia, sudah nginetin.

    Salam,
    rayyahidayat.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s