Suka atau Tidak Kesalahan Akan terbayar

Posted: Februari 19, 2009 in Artikel, Kliping, Renungan Bantal, Sekedarnya
Tag:, ,

renunganKebanyakan dari kita tidak suka untuk membicarakan kesalahan. Tidak selalu karena kita memilih kebaikan. Kadang, memang itu alasannya. Tapi tidak selamanya. Sebagian dari kita tidak suka membicaraka kesalahan karena ada ambiguitas di sana. Kita tidak suka kesalahan, tapi toh kita tetap juga melakukannya, dalam bentuk yang beraneka ragam. Kadang kesalahan itu dilakukan dengan sadar. Sesekali batin kita berperang. Tapi lantas kita menyerah pada keadaan. Seakan kesalahan adalah kekuatan asing yang teramat kuat di  luar kemampuan kita. Padahal kita sendiri pelakunya. Seakan kesalahan-kesalahan itu sendiri lebih perkasa dari karunia kehendak yang diberikan Allah kepada kita. Kita diam, pasrah, dan berputar pada lingkaran kesalahan. Begitupun kita masih menghibur diri dengan pembenar-pembenar semu. Bahawa ini semata soal pilihan hidup.

Hari ini kesalahan bukan lagi sekedar “kecelakaan” atau ketidak sengajaan, saat orang lugu dan tanpa ilmu menerobos tabu, hari ini kesalahan telah berevolusi menjadi cita-cita. kesalahan adalah seni, kreatifitas, budaya dan arena uji tekhnologi, kesalahan adalah kessengajaan yang dibanggakan. Orang-orang yang tidak peduli dengan kesalahan yang dengan berani melanggar aturan, mereka bukan orang hebat. Ada ketidak berdayaan tersembunyi di sana. Akan tiba suatu hari bahwa kita semua tak lebih hanya orang-orang lemah.

Layaknya kaca bening, kesalahan bagi kehidupan adalah bintik-bintik debu, atau tetes-tetes noda, atau bahkan gumpalan kotoran. Maka kesalahan selalu saja mengotori keheningan, atau menodai kejernihan, dalam dimensinya yang luas. Pada sebentuk kesalahan selalu ada saja yang terkurangi dari hak diri sendiri atau hak orang lain. Maka kesalahan selau meninggalkan hutang, setidaknya hutang kesalahan itu sendiri di mata Allah SWT. Sejatinya kita akan membayar kesalahan itu kelak, suka atau tidak suka. Tetapi membayar kesalahan selagi kita di sini, di dunia ini adalah pilihan bijak, pilihan orang-orang dewasa. Pilihan orang-orang pemberani. Sementara para pengecut dan orang yang berjiwa kekanak-kanakan, selalu punya segudang alasan untuk menunda membayar kesalahan.

Kita mungkin tidak suka berbicara mengenai kesalahan. Sebab ada pertarungan di sana. Nurani kita yang menginginkan kebaikan. Tetapi hawa nafsu kita yang angkuh menginginkan jalan keburukan. Diambang batas antara kejujuran dan keangkuhan itulah dosa dan kesalahan bertarung. Melawan suara hati yang polos dan sejalan dengan fitrah. Maka, di sini, di dunia ini, bayarlah kesalahan-kesalahan kita. Selagi masih ada nafas. Selagi mata belum terlelap. Sebab toh suka atau tidak suka, kesalahan pada akhirnya kan terbayar juga. Kelak, dihari segala amal ditimbang dan diberi pembalasan seadil-adilnya.

Komentar
  1. kezedot mengatakan:

    bang.
    dalam tetesan air hujan yang sedikit demi sedikit merambat di jendela kamarku aku (blue) menyimak dengan lugas segala denyut nadi kata per kata postingan abangku ini. meninjau dalam kegerimisan hujannya pun aku masih tertegun dengan baik. Mungkin musim telah jelas jelas menghalangi sang mentari hingga sampai aku menyentuh air hujannya pula aku masih terbius irama kosa kata abangku ini.
    salam hangat selalu dari bluethunderheart
    salam persahabatan sejati

    datang ke apartemandnya blue yang baru ini ya,bang

    Akan datang ku ketempatmu (alamatnya di mana?)
    Lanjutkan hidup.. setiap manusia pasti punya salah, dan orang-orang hebat adalah yang mengakui kesalahan dan belajar dari kesalahan dengan tetap melangkah.. Selamat menikmati Indahnya Hidup ini.. Sahabat…!!😀

  2. HumorBendol mengatakan:

    Yap..bener banget bang.
    Postingan yang mantap.
    Yang pasti, ini bukan kesalahan jika aku memuji postingan anda.

  3. Norjik mengatakan:

    Iblis dan Setan sudah menjelma menjadi bidadari yang anggun. Terlalu susah membedakan mana iblis/setan dan mana bidadari ?
    Bidadari jelmaan iblis itu sdh menutup mata hati banyak manusia di dunia ini, yang mengakibatkan salah satu diantaranya adalah susah membedakan mana Rezeki dan mana Korupsi ?
    Kesalahan merupakan kodrat manusia, kesalahan tidak akan pernah lepas dari manusia. Justru manusia bisa belajar dari kesalahan itu sendiri jika MAU. Kesalahan orang lain akan lebih terlihat jelas ketimbang kesalahan yang ada didalam diri kita. Tinggal, bagaimana cara kita menggali untuk mengetahui seberapa banyak kesalahan yang sudah kita lakukan baik disengaja atau tidak sengaja ?

  4. Rita mengatakan:

    Amien, semoga kesalahan2 sempat ter”lurus”kan sebelum menghadapNya tentunya…. Kadang “salah” juga menjadi cambuk untuk mencapai yang terbaik. Kalau kata orang bijak, jangan takut salah karena itu akan menghambatmu menjadi lbih baik, melakukan perbaikan2 yg lebih sempurna), untuk dapat mencapai kebenaran yang tertinggi…:D

  5. boyin mengatakan:

    terkadang kita memang harus salah dulu baru belajar dari kesalahan jangan malah mengcover kesalahan dengan kesalahan yang baru. tumben bisa bikin bahasa ribet gini?heee

  6. catatan Muslim mengatakan:

    Saya setuju dengan kata-kata Hati manusia bagaikan kaca, dan kesalahan adalah debu-degunya, bersihkan debu dengan selalu bertobat kepda-Nya dan selalu mengingatnya kan semakin menjernihkan hati.

  7. namakuananda mengatakan:

    jalan dan tujuan selalu bergandeng tangan, erat dan menggenggam.
    semoga jalan kita semua di ridhloi-Nya tuk mencapai tujuan-Nya
    yo..wis… ojo ugal-ugalan nang dalan yo😀

  8. enggink mengatakan:

    betewe saya punya salah ma mas ga ya?

  9. kezedot mengatakan:

    hari minggu ini semoga indah tuk abang dan keluarga
    salam hangat selalu dari blue

  10. starbozz mengatakan:

    Hi Friend.. Interesting post.. Keep up the good work.. Do visit my blog and post your comments.. Take care mate.. Cheers!!!

  11. angga erlangga mengatakan:

    Hmm.. sya setuju banget dengan tulisan ini..🙂

    salam silaturahim…😉

  12. prameswari mengatakan:

    Dengan kesalahan kita belajar, kenapa harus malu??

  13. tyanjogjack mengatakan:

    wew… tyan suka banget kalimat “Seakan kesalahan adalah kekuatan asing yang teramat kuat di luar kemampuan kita. Padahal kita sendiri pelakunya. Seakan kesalahan-kesalahan itu sendiri lebih perkasa dari karunia kehendak yang diberikan Allah kepada kita. Kita diam, pasrah, dan berputar pada lingkaran kesalahan. Begitupun kita masih menghibur diri dengan pembenar-pembenar semu. Bahawa ini semata soal pilihan hidup.”

  14. Edi Psw mengatakan:

    Semua orang punya kesalahan, yang penting bagaimana kita bersikap agar tidak melakukan kesalahan yang sama untuk yang kedua kali.

  15. mujahid cilik mengatakan:

    btp bodohnya kita… kebesaran jiwa menjadi sangat mahalnya…

  16. kezedot mengatakan:

    selamat malam bang
    semoga mimpi indah malam ini..asal jangan mimpikan blue……….halah!
    salam hangat dalam dua musimnya blue

  17. exploe mengatakan:

    Setidaknya Cukup lama untuk bisa berkomentar…..

    Cukup dalam broo…., termasuk gw ga yach dam??????, ia kali yach?????hehhe.

    Sebenarnya semua orang sudah mengerti memang akan hal itu, tapi si Egois lah yang selalu menjadi pemenang.Akan tetapi setidaknya anda telah membuka pintu untuk mengalahkan sisi egois dari diri kita, terlebih dari diri gw sendiri.

    salam hangat bro, maaf baru mampir

  18. genthokelir mengatakan:

    yup saya juga selalu belajar dari kesalahan kesalahan dan membayarnya satu persatu semampunya
    salut tulisan yang mencerahkan

  19. kezedot mengatakan:

    pagi morning bang….
    semangat..semangat.
    senang rasanya jika pagi ini abang bersemangat
    salam hangat dalam dua musimnya blue

  20. nono mengatakan:

    segala sesuatu itu pasti ada timbal baliknya…😀

  21. Lala mengatakan:

    setuju dengan postingan diatas🙂

  22. Edi Psw mengatakan:

    Jangan hanya terpaku pada satu kesalahan yang pernah diperbuat. Bangkit dan bersemangatlah agar tidak melakukan kesalahan lagi.

  23. bluethunderheart mengatakan:

    abang mesti datang ke gardunya blue malam ini
    salam hangat selalu

  24. han han mengatakan:

    Kesalahan akan selalu ada namun justru dengan adanya kesalahan2 itu dapat membuat kita untuk belajar dan berbuat lebih baik di depan nanti…

  25. Gusti Dana mengatakan:

    Met malam mas..lagi mampir:-)

    Memang benar…kita memang suka mengungkap kebenaran,padahal kita juga perlu mengungkapkan semuanya (kecuali hal yg pribadi sekali) agar kita terbebas dari perasaan bersalah atau apapun.

    Salam hangat dan persahabatan selalu

  26. mix mengatakan:

    yg bikin, yg dapet, it’s sound fair enough

  27. tyan mengatakan:

    Hello… lum ada postingan baru nee ;)Met pagi….

  28. utaminingtyazzzz mengatakan:

    nice posting

    membuatku jadi merenung. tentang membayar kesalahan di sini dan bukan di sana

  29. omiyan mengatakan:

    hidup yang benar adalah belajar dari sebuah kesalahan, karena kita selalu berusaha memperbaiki diri

  30. tukangobatbersahaja mengatakan:

    kalo semua punya kesalahan pastti semua harus saling memaafkan.
    setuju??

  31. utaminingtyazzzz mengatakan:

    nice posting!!

    biin aku jadi merenung

  32. Rindu mengatakan:

    kata guru mengaji saya, bayarlah kesalah disini, dunia ini bukan disana🙂 *merenung*

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s