“Lihatlah Selalu Dari Sisi Yang Berbeda”

Posted: Desember 20, 2008 in Artikel, Kliping, Renungan Bantal
Tag:, , ,

12Seorang pemuda tergeletak lemah. Entah apa yang membuatnya sakit. Detik-detik kritis sedang menghampirinya. Rasulullah menghampirinya dengan penuh cinta. Pada saat dimana sakitnya akan mengantarnya pada sakratul maut. Bagaimana kau dapati dirimu saat ini”? Begitu Rasulullah SAW. bertanya, “Wahai Rasululullah, kepada Allah SWT. aku menggantungkan harapan, aku sangat takut dengan dosa-dosaku.” Rasulullah Menjawab. “Tidaklah dua perasaan itu berkumpul di dalam hati seorang hamba, dalam kondisi seperti (menjelang kematian) ini, Kecuali Allah pasti akan memberinya apa yang ia harapkan danmemberinya rasa aman atas apa-apa yang ia takutkan.”

Hari itu di saat-saat paling sulit dalam sejarah hidup manusia, yaitu menghadapi sakratul maut, pemuda itu melakukan sesuatu yang tidak mudah: Melihat dari sisi yang berbeda. Ia memenang sakit, berat.  Tapi ia mencoba melihat dari sisi yang berbeda, ia harus berharap kepada Allah dan takut kepad-Nya. Tak lama sesudah itu ia memang meninggal dunia, tapi pengharapannya terus berlanjut.

Melihat dari sisi yang berbeda tidak saja soal kepandaian, kecukupan argumen, pola pikir, apalagi sekedar basa-basi retorika menghibur diri. Tidak, ia lebih dari itu, dalam Islam melihat dari sisi yang berbeda adalah roh dasar dari segi model yang kita harapkan dari diri kita sendiri. maksudanya melihat dari sisi yang berbeda adalah landasan yang dipakai untuk membangun harapan-harapan diri kita, akan seperti apa diri kita yang kita harapkan. Rasulullah juga bersabda, Allah berfirman, : “Aku tergantung bagaimana prasangka hamba-Ku terhadap diri-Ku.” Bila prasangka baik maka baginya (kebaikan itu). Dan bila prasangkanya buruk maka baginya pula (keburukan itu).”

Melihat dari sisi yang berbeda merupakan tindakan yang memperkaya perspektif, memperluas pandangan dan pada akhirnya menjadikan kita lebih bijak dalam bertindak. Jadi pada mulanya adalah prasangka yangbaik. Sesudah itu seni untuk menjalani hidup dengan harapan dan cita-cita yang lebih bersemangat, serta pengharapan yang lebih kuat. Karenanya melihat dari sisi yang berbeda merupakan keharusan, untuk menjadikan kehidupan kita lebh luas, lebih baik, dan lebih dinamis.

Seonggok “batu” adalah sebuah “unit sesuatu”. Bukan batu yang lain. Tapi bagaimana orang melihat batu itu? Itulah yang berbeda, pemuja melihat batu sebagai benda pujaan (Tuhan) tentu yang seperti ini adalah salah. Para kaum materialis melihat batu hanya sebagai benda mati yang tek bernyawa. Tapi lihatlah cara Allah mengajarkan pada kita, untuk melihat batu dari sisi yang berbeda, “Kemudian setelah itu hatimu menjadi keras seperti batu, bahkan lebih keras lagi. Padahal di antara batu-batu itu sungguh ada yang mengalir sungai-sungai dari padanya. Dan di antaranya sungguh ada yang terbelah lalu keluarlah mata air dari padanya dan diantaranya sungguh ada yang meluncur jatuh, karena takut kepada Allah. Dan Allah sekali kali tidak lengah dari apa yang kamu kerjakan.” (QS. Al-Baqarah : 74)

Melihat sesuatu secara lebih luas, lebih jauh, lebih mendalam dan dari sisi yang berbeda, lebih mendesak lagi, diperlukan pada soal yang sangat krusial, berat, rumit, atau bahkan mengunncang jiwa. Prinsip ini semakin menemukan artinya pada saat ia dimanfaatkan untuk menghadapi situasi-situasi yang sulit. Semacam reaksi atas peristiwa-peristiwa yang tidak menyenagkan. Hidup ini adalah pilihan sikap, pilihan reaksi, pilihan tindakan. Tapi sebelum itu semua, hidup dimulai dari prasangka kita, dari pandangan kita, juga cara kita melihat hidup itu sendiri. Tidak ada yang lebih menyiksa dari persepsi diri sendiri yang keliru. Pada yang seharusnya bisa kita pandang baik, bisa menjadi berubah buruk, karena cara pandang kita yang keliru.

Dihari- hari yangkian sulit, di saat beban hidup kian menghimpit, segala upaya mencari jalan keluar harus kita lakukan. Tapi itu tidak ada artinya bila kita tidak juga belajar. Melihat segala sesuatu dengan lebih luas. lebih mendalam. Kita harus terus belajar melihat sesuatu dari sisi yang berbeda. Sebab hidup dimuali dari prasangka dan cara kita memandang.

Komentar
  1. boyin mengatakan:

    iya betul banget bahwa banyak banget cara memandang hidup sesuai dengan latar belakang manusianya.

  2. Agung Mojosari mengatakan:

    yup, kadang kita lebih tau makna sebenarnya dengan melihat dari sisi yang berbeda…

    —-
    OOT:
    mas, ikutan IBSN yuk….😉

  3. norjik mengatakan:

    Bener itu, suatu bukti … apa yg saya lihat benar belum tentu anda benarkan begitu pula sebaliknya🙂. Selamat wekend bro .. have a nice day🙂

  4. Tutut mengatakan:

    Salam kenal mas….

  5. Rindu mengatakan:

    Setuju … mulai sekarang dont judge by cover [kaya tag blog saya koq jadinya]🙂

  6. omiyan mengatakan:

    jadikan pengalaman yang pahit menjadi sesuatu yang berharga agar menjadi lebih baik lagi jangan pernah mengungkit yang pernah terjadi karenanya kita hanya akan menjadi orang yang cuman berjalan disatu titik sedangkan titik lain tidak pernah tersentuh

  7. hamka mengatakan:

    met kenal :d

  8. sayatan sang penyair mengatakan:

    semoga kita semua berkhusnudzon selalu…. 😀

  9. Daniel Mahendra mengatakan:

    Berarti kita adalah apa yang kita pikirkan tentang diri kita. Setuju banget!

  10. tifandhaluhzan mengatakan:

    hhmmm… gtu yyaa… cipp dech!

  11. endonezya mengatakan:

    ternyata selama ini saya salah menilai mas adam, ternyata mas adam bagus luarnya aja ya….hahahahahaha

  12. achmad sholeh mengatakan:

    Ber khusnudzon atas segala yang terjadi adalah sesuatu yang jauh akan menenangkan hati kita, tapi jangan lupa berusaha untuk yang terbaik bagi diri dan keluarga kita

  13. sarahtidaksendiri mengatakan:

    iya, nice post…
    sdkt informasi yg sgt bagus untuk Qta..hikmah bisa Qta petik dr sdt yg berbeda…

  14. bluethunderheart mengatakan:

    bang……..blue senang. blue bangga. blue hadir tuk memberi bintang pujian tuk tulisan abangku ini. kapan ya, blue bisa nulis seperti ini?

    salam hangat selalu

  15. abie mengatakan:

    hUh,,,lumayan berat tulisan dan renungannya, tp ga ada salahnya buat meliat sesuatu dr sisi yg berbeda,tq buat renungannya

  16. dunianyawira mengatakan:

    setuju banget deh…mda salah juga kalo banyak yg bilang “kita adalah hasil dari apa yg kita pikirkan”
    menjaga pikiran kita agar selalu tersadar adalah hal mendasar yang paling penting

  17. Ria mengatakan:

    100% agree🙂 semuanya kudu dilihat dari semua sisi dan semua sudut pandang
    kecil buat aku blom tentu kecil buatmu atau kecil buat mereka kan?

  18. budi kecil mengatakan:

    mantap bro……….tapi hasrat kita sering memaksa untuk melihat dari ukuran kita dan hanya searah.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s