Titip Rindu Buat Pemimpin Yang Adil

Posted: November 19, 2008 in Artikel, Renungan Bantal
Tag:, , ,

” Orang-orang yang sepenuh hati memimpin, menebarkan rasa kasih sayang pada sesama, akan ditulis apa adnya oleh sejarah.”

Seperti dongeng yang melegenda, kisah kekuasaan para pemimpin punya lembaran sejarah yang abadi. Baik atau burukya. Mulia atau hinanya. Betapa di setiap masa selalu ada pemimpin pahlawan. Tapi pada saat yang bersamaan ada saja pecundangnya. Di setiap masyarakat selalu ada pemipin yang adil. Tapi hampir pada waktu yang bersamaan ada juga pemimpin culasnya. Seakan sebuah keniscayaan. Ada orang baik disana, tapi juga banyak orang-orang buruk di sisi yang lain.

Seringnya perlakuan buruk yang menimpa masyarakat, dan perlakuan semena-mena aparatur pemerintahaan menjadikannya bukan lagi hal yang aneh, seakan sudah menjadi kebiasaan dan hal yang wajar. Tetapi kerinduan pada pemimpin yang adil tidaklah semata hanya akumulasi kegundahan kolektif masyarakat atau rakyat yang melihat dan merasakan ulah para pemimpin yang berulah menjadi bergajul. Tragedi pemimpin sebuah negara hanya sebahagaian bukan segalanya, meski banyak hal berputar-putar di sana.

Entah mengapa pemimpin dalam level negara seringkali mengambil lebih banyak dari rakyatnya ketimbang dari apa yang layak diterima oleh rakyatnya. kepemipinan yang mereka miliki hanya secuil tanggung jawab, yang tak sepenuhnya kita berikan dengan sukarela. Kalaupun kita menyerahkan segala urusan kepemimpinan pada mereka itupun semua atas dasar-dasar kesepakatan. Setiap dari kita lahir mredeka, Maka pemimpin bukan ruang untuk menindas, menguasai, menganiaya, apalagi, mendzolimi. Kepemimpinan adalah sebuah ruang pojok kecil kehidupan, tempat orang mamikul perwakilan amanah orang lain.

Kerinduan pada pemimpin yang adil adalah suara kerinduan, suara hati yang tulus, kekal dan fitrah dari dasar jiwa. Kerinduan pada pemimpin yang adil, dalam lingkup apasaja, nampaknya seperti memimpikan keajadian yang amat langka. Ini bukan pesimisme atau apatisme, tapi kian hari kian rumit, kerinduan ini harus kita eja dengan argumen-argumen yang rasional. Sebab di Zaman ketika dusta sudah semakin mewah dikemas dengan segala warna-warni hiasan, menunjuk hidung pemimpin yang benar-benar baik dan adil tidaklah mudah. sebab kepemimpinan telah menjadi mata rantai yang sangat panjang bagi siklus manipulasi, kolusi, dan perselingkuhan politik yang kotor.

kita percaya bahwa setiap legenda tah pernah dusta pada dirinya sendiri. Orang-orang yang sepenuh hati memimpin, menebarkan rasa kasih sayang pada sesama, akan ditulis apa adanya oleh sejarah. Begitupun pula sebaliknya sejarah akan menuliskan daftar hitam pemimpin-pemimpin kejam. lalu secara alami menuliskannya di lembar sejarah hati kita. Apa adanya. Dan bila kerinduan ini tak juga terjawab, biarlah untaian pengaduan ini kita kirimkan kepada ALLAH yang maha adil dan Bijaksana

Komentar
  1. namada mengatakan:

    Yes..pertamaxx..😀

    satu2nya pemimpin negara di dunia ini yang saia hormati hanyalah Mahmoud Ahmadinejad🙂

  2. endonezya mengatakan:

    pemimpin yang gw hormati adalah bapak gw…..tul ga?!!!

  3. norjik mengatakan:

    Kerinduan hanya tinggal kerinduan. Kita selalu terlambat dan selalu salah dalam membuat keputusan. Kita seperti buta karna sesuatu, tak pernah hal itu kita sadari dari awal dengan kata lain “Selalu salah dalam Memilih”. Lalu .. kenapa sampai kita selalu salah pilih ? bukan … bukan .. bukan karna itu, tapi ini kembali kepada mental petinggi bangsa ini yang sering terlihat kurang sportif dan bijaksana dalam menghadapi kekalahan. Menganggap pemenang sebagai musuh politik yang harus segera di singkirkan dalam tempo yang sesingkat-singkatnya. Ironinya, sang pemenang pun tak ujung cukup hanya berucap terimakasih kepada kelompok pendukung-pendukung kemenanganya. Kecintaan dan keterpihakan kepada Rakyat harus tertunda demi untuk “berucap terimakasih” kepada kelompok yang telah berjasa mengantarkanya ke sebuah kedudukan tertinggi di republik ini. Jika sudah begini, maka Kerinduan hanya tinggal kenangan. Memilih seorang pemimpin seperti menggantungkan sebuah harapan untuk pembaharuan dan kemenangan bangsa ini dalam segala hal. Adil, merupakan bagian dari beberapa porsi yang penting untuk kemakmuran dan kedamaian republik ini. Sebelum menuntut keadilan kepada sang pemenang, mari sama-sama kita berbenah dan membuka hati seluas samudra untuk menyambut dan menerima siapapun dan dari golongan manapun pemimpin kita. Dan juga mari kita do’akan dia agar berhasil memimpin negeri ini. Halah.. ngoceh kepanjangan hik’s

    norjik

  4. nAsruni mengatakan:

    Pemimpin seharusnya adalah pelayan bagi yang dipimpin, bukan sebaliknya.
    Ya, kita hanya berharap pada Allah semata.
    Dan insya Allah harapan itu masih ada..

  5. enggink mengatakan:

    😎 rindu band😎

  6. exploe mengatakan:

    Kerinduaan akan KEADILAN itu memang sulit kita temuin akhir-akhir ini, karena SE-Penilaian saya kita terlalu memaksakan orang (Pemimpin.red) untuk melakukannya lebih dahulu. Kenapa bukan kita yang Mulai. Toh itu pimpinan hasil pilihan kita juga.Keadilan itu tetap ada hanya saja yang paling di sorot adalah pimpinannya. Sudakah anda melakukannya lebih dahulu?, jika tidak lakukan sekarang..

    Hehehhehe……
    salam Rinduuuuuuu buanget buat priend-ku Prahoro

  7. indra1082 mengatakan:

    Marilah kita belajar menjadi pemimpin, khususnya bagi diri kita sendiri

  8. indra1082 mengatakan:

    Marilah kita belajar menjadi pemimpin, khususnya bagi diri kita sendiri

  9. Mama mengatakan:

    Betul setuju… kita adalah pemimpin diri kita masing-masing… karena jika kita tidak bisa memimpin dr kita sendiri , maka kita tidak bisa memimpin orang lain

  10. MAS IN mengatakan:

    Kita nilai sendiri Para pemimpin kita..

  11. masDan mengatakan:

    Saya adalah Pemimpin, Jadi Saya Harus Dihormati …Tapi saya Sudah aDil Belum Ya … Ah, Poligami Dulu ajalah, Biar dikatan Adil ….

  12. aya mengatakan:

    Adil gak nya sesorang itu kan kadar nya beda2 mas…

  13. Catatan Muslim mengatakan:

    Nice Blog….
    Terima kasih telah berkunjung ke http://catatanmuslim.wordpress.com

  14. bluethunderheart mengatakan:

    Bang……………
    salam hangat selalu untuk semua
    ku harap abang bisa menjadi pemimpin tuk diri abang dan keluarga abang, okey!

  15. jempolkaki mengatakan:

    mungkin hal-hal yang adil selalu hadir bersamaan dengan hal-hal yang tidak baik

  16. Ronggo mengatakan:

    wah amin aja dah

  17. Ikkyu_san mengatakan:

    hmmm pemimpin yang adil itu memang sulit. adil itu apa sih? Yang menurut kita adil, belum tentu menurut orang lain adil kan?
    Rindu pasti tapi meskipun pemimpin kita tidak adil, selayaknya kita tetap adil terhadap sesama kita. Karena kita akan mempertanggungjawabkannya kelak.
    EM

    salam kenal dan terima kasih sudah berkunjung ke rumah maya saya

  18. cebong ipiet mengatakan:

    wekekke ituh siapa yg komen rindu band *ngaka guling guling*

    smw juga kangen *g pke band*
    dan pertanyaannya
    kira kira siapa
    kita?

  19. Sawali Tuhusetya mengatakan:

    memang bukan hal yang mudah utk menemukan sosok pemimpin yang adil itu, mas adam, tapi saya optimis, suatu ketika sosok yang dirindukan itu akan muncul juga. kalau dalam dunia pewayangan, negeri kita sedang memasuki tahapan “goro-goro”, penuh dg konflik.

  20. Andy MSE mengatakan:

    saya sepakat sama namada:
    >>pemimpin idola saya Mahmoud Ahmadinejad yang bersahaja…
    saya juga sama dengan anda:
    >>merindukan pemimpin yang adil untuk Indonesia…

  21. Luigi Pralangga mengatakan:

    There is always something lacking, as leaders are human, too – You are a leader to yourself, and with so many role model of leaders from the good to the worst, the question is to be asked back: “are you good enough to be a just-leader?”

  22. rizoa mengatakan:

    yup..mulai dari diri sendiri

  23. wildaniatiagustin mengatakan:

    lah, saya ndak bisa mikir, bagemana duwit bermilyar-milyar dihabiskan buat kampanye jadi pemimpin… ternyata ujung2nya duwit juga ya… mmm…

  24. ndop mengatakan:

    saya sangat merindukan pemimpin yang adil juga. tapi yang namanya manusia, ang tempatnya salah, berbuat adil memang susah, apalagi kalo sudah di taraf tertinggi sebagai pemimpin yang memunyai banyak anak buah…

  25. ciwir mengatakan:

    idola saya : nabi muhammad. beliau-lah sang revolusioner sejati dan ratu adil sepanjang sejarah…..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s