BENARKAH MIRZA GHULAM AHMAD ADALAH SEORANG NABI

Posted: Agustus 8, 2008 in Artikel

Saat ini aliran Ahmadiyah yang mempercayai bahwa Mirza
Ghulam Ahmad adalah seorang nabi telah berkembang
pesat diseluruh dunia, hampir di setiap negara aliran
ini berkembang. Aliran ini muncul di India dan
Pakistan ketika kedua negara tersebut belum lahir, dan
masih dikenal sebagai India, dibawah bayang-bayang
penjajahan Inggris. Bahkan aliran ini sudah melakukan
kegiatan menterjemahkan Al Quran di Nigeria sejak
tahun 1916.

Para penganut aliran ini mempercayai bahwa Mirza
Ghulam Ahmad, pendiri organisasi ini sebagai nabi
setelah nabi Muhammad s.a.w dan mempercayai bahwa nabi
akhir jaman bukanlah nabi Muhammad s.a.w, melainkan
nabi mereka yakni Mirza Ghulam Ahmad.
Mereka berpedoman kepada surat dalam Al Quran, yakni
QS. Ash Shaff ayat 6, yang menyebutkan bahwa: nabi Isa
a.s pernah menyatakan bahwa kelak setelah kepergian
nabi Isa a.s akan datang seorang nabi yang bernama
Ahmad.

QS. Ash Shaff:6

‘Dan ingatlah ketika Isa Putra Maryam berkata, “Hai
Bani Israil, sesungguhnya aku adalah utusan Allah
kepadamu (Bani Israil), membenarkan kitab sebelumku
yaitu Taurat, dan memberi kabar gembira dengan
datangnya seorang rasul yang akan datang sesudahku
yang bernama Ahmad”.

Nama Ahmad inilah yang dijadikan alasan kuat mereka
mempercayai bahwa Mirza Ghulam Ahmad sebagai nabi
akhir jaman.

Namun bila kita tinjau lebih jauh lagi, baik yang
disebutkan dalam Al Quran dan Hadist, serta melihat
kilas balik perjalanan sejarah pada jaman nabi Isa
a.s, kita akan melihat ada “hal yang dipaksakan”
disini untuk diyakini oleh para pengikut aliran
Ahmadiyah ini.

Bila kita mengulas riwayat nabi Isa a.s seperti
firman Allah SWT dalam QS. Ash Shaff ayat 6, disini
disebutkan bahwa nabi Isa a.s sebelum kepergiannya
telah menyatakan bahwa Allah SWT akan mengutus seorang
Rasul lain yang bernama Ahmad. Ahmad disini tidaklah
hanya sebuah nama “Ahmad”, melainkan ciri-ciri, sifat,
karakter, perilaku dan akhlak yang “Ahmad” yakni “Yang
Terpuji” dari Rasul yang dikhabarkan oleh nabi Isa
a.s.

Ketika nabi Muhammad s.a.w lahir, ibunya, Siti Aminah
memberinya nama Ahmad yang berarti “Yang Terpuji”.
Ketika ibunda beliau s.a.w wafat, beliau s.a.w diasuh
oleh kakeknya, Abdul Muththalib, kemudian kakeknya
memberi nama Muhammad yang berarti “Sangat Terpuji”.
Saat itu di jazirah Arab dan sekitarnya nama Ahmad dan
Muhammad tidak lazim digunakan, sehingga hanya beliau
s.a.w yang bernama Ahmad dan Muhammad. Sejak
kanak-kanak, beliau s.a.w sudah diberi gelar “Al Amin”
oleh masyarakatnya, yakni “Orang Yang Dapat
Dipercaya”, ini karena sifat, karakter, perilaku dan
akhlak beliau s.a.w yang sangat mulia dan sangat
terpuji.

Hal ini berbeda dengan nama Mirza Ghulam Ahmad. Pada
jaman Mirza Ghulam Ahmad hidup, di seluruh dunia ini,
mulai dari benua Asia. Afrika, Eropa, Australia dan
Amerika, sudah berapa banyak orang yang memakai nama
Ahmad, belum lagi di negara-negara yang berpenduduk
mayoritas Muslim, seperti Timur Tengah, Arab Saudi,
Mesir, Irak, Iran, Jordania, Syiria, Yaman, Oman,
Turki, bahkan di Asia Selatan dan Asia Tengah, India,
Pakistan, Bangladesh, Afganistan, Turkmenistan,
Kazakhtan, Uzbekistan, Tajikistan, bahkan seperti di
Malaysia dan Indonesia, boleh dikata nama Ahmad ini
sudah memasyarakat dan tersebar luas di dunia,
terutama di daerah berpenduduk Muslim, sehingga nama
Ahamad bukan sesuatu yang “spesifik” di jaman Mirza
Ghulam Ahmad hidup, bahkan sebelum Mirza Ghulam Ahmad
dilahirkan. Dan ia pun sejak lahir sampai meninggal
dunia tidak ada sesuatu yang istimewa dari dirinya,
baik ciri-ciri, sifat, karakter, perilaku bahkan
akhlaknya, bahkan lagi mukzizatnya. Mirza Ghulam Ahmad
bahkan tidak dapat mengusir penjajah Inggris dari
negerinya, atau bahkan mungkin ia adalah kaki tangan
Kolonial Inggris yang bertujuan memecah belah kekuatan
Islam di India dan Pakistan pada khususnya dan
kekuatan Islam di dunia pada umumnya.

Dalam QS. Ash Shaff:6, disini yang menyebut nama Ahmad
adalah nabi Isa a.s dan beliau a.s juga menyatakan
bahwa Rasul ini akan datang sesudah kepergian nabi Isa
a.s ini menunjukan bahwa setelah nabi Isa a.s pergi
meninggalkan bumi ini, maka Rasul ini akan datang,
maka selang kurun waktu kurang lebih 600 tahun
kemudian setelah kepergian nabi Isa a.s, Allah SWT
mengutus Rasul-Nya yang “Ummi” yakni “Yang Tiada Tahu
Membaca Menulis” yang telah diberitakan oleh nabi Isa
a.s yakni nabi Muhammad s.a.w dengan membawa petunjuk
yakni Al Quran.

Mirza Ghulam Ahmad pun menggunakan Kitab Suci Al
Quran, padahal bila ia beriman kepada Al Quran yang
dibawa nabi Muhammad s.a.w, ia juga seharusnya beriman
kepada firman Allah SWT yang terdapat di dalam Al
Quran dan juga beriman kepada Sunah dan Hadist nabi
Muhammad s.a.w, yang menyatakan bahwa nabi Muhammad
s.a.w adalah penutup para Nabi dan Rasul Allah SWT,
dan Allah SWT memerintahkan agar manusia mengikuti
nabi Muhammad s.a.w bila ia beriman kepada Allah SWT
dan hari akhir-Nya agar selamat di dunia dan akhirat.
Dalam Al Quran, Allah SWT berfirman:
QS. Al Ahzab: 40
“Muhammad tiadalah bapak salah seorang dari laki-laki
diantara kamu, tetapi dia adalah utusan Allah dan
penutup nabi-nabi. Dan adalah Allah Maha Mengetahui
segala sesuatu”.

QS. Al Ahzab: 45
“Hai nabi, sesungguhnya Kami mengutus engkau
(Muhammad) sebagai saksi dan pembawa khabar gembira
dan memberi peringatan”.

QS. Al Ahzab:21
“Sungguh pada diri Rasulullah (Muhammad) itu teladan
yang baik bagi kamu, bagi orang yang mengharap
(rahmat) Allah dan hari akhir dan banyak mengingat
Allah”.

QS. Al Araaf: 157
“Orang-orang yang mengikuti Rasul Nabi yang ummi
(tiada tahu baca tulis) yang (namanya) mereka dapati
tertulis di dalam Taurat dan Injil yang ada disisi
mereka; dia menyuruh mereka mengerjakan yang ma’ruf
dan melarang mereka dari yang mungkar dan menghalalkan
bagi mereka segala yang baik dan mengharamkan atas
mereka segala yang kotor dan melepaskan mereka
beban-beban dan belenggu-belenggu yang ada pada
mereka. Maka orang-orang yang beriman kepadanya,
memuliakannya, menolongnya dan mengikuti cahaya yang
terang yang diturunkan besertanya, mereka itulah
orang-orang yang beruntung”.

QS Al Araaf: 158
“Katakanlah: “Hai sekalian manusia, sesungguhnya aku
adalah utusan Allah kepada kamu sekalian, Allah yang
mempunyai kerajaan langit dan bumi. Tidak ada Tuhan
selain Dia, Dia yang menghidupkan dan mematikan, maka
berimanlah kamu kepada Allah dan Rasul-Nya; Nabi yang
ummi (tiada tahu baca tulis) yang beriman kepada Allah
dan kepada firman-firman- Nya dan ikutilah dia
(Muhammad) supaya supaya kamu mendapat petunjuk”.

QS. Ali Imran: 144
“Dan Muhammad itu tidak lain hanyalah seorang Rasul,
sungguh telah berlalu sebelumnya beberapa Rasul. Maka
apakah kalau dia (Muhammad) wafat atau dibunuh, kamu
akan surut kebelakang (murtad). Barang siapa surut
kebelakang, maka ia tidak akan memudaratkan Allah
sedikitpun dan Allah akan memberi balasan kepada
orang-orang yang bersyukur”.

QS. Ali Imran: 31
“Katakanlah: “Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah,
ikutilah aku (Muhammad) niscaya Allah mencintaimu dan
mengampuni dosa-dosamu. Allah Maha Pengampun lagi Maha
Penyayang”.

QS. Ali Imran: 32
“Katakanlah: “Taatlah kamu kepada Allah dan Rasul-Nya:
tetapi jika kamu berpaling, maka sungguh Allah tiada
menyukai orang-orang kafir”.

QS. Asy Syura: 7
“Dan demikianlah Kami wahyukan kepadamu Al Quran
berbahasa Arab supaya engkau memberi peringatan kepada
(penduduk) ibu negeri (Mekkah) dan orang-orang
sekitarnya dan supaya engkau memberi peringatan
tentang hari berkumpul (kiamat) yang tidak ada
keraguan padanya, segolongan dalam surga dan
segolongan (lagi) dalam neraka”.

QS. Az Zukhruf: 3-4
“Sesungguhnya Kami menjadikan Al Quran berbahasa Arab
supaya kamu berfikir”.
“Dan sesungguhnya Al Quran dalam induk kitab, disisi
Kami adalah tinggi dan penuh hikmah”.

QS. An Nisa: 170
“Hai sekalian manusia, sungguh telah datang Rasul
(Muhammad) kepadamu dengan (membawa) kebenaran dari
Tuhanmu, maka berimanlah kamu, itulah yang lebih baik
bagimu dan jika kamu ingkar, maka sesungguhnya milik
Allah apa yang di langit dan bumi. Dan Allah adalah
Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana”.

QS. An Nisa:59
“Hai orang-orang yang beriman, taatlah kamu kepada
Allah dan taatlah kamu kepada Rasul dan kepada
pemangku kekuasaan di antaramu. Maka jika kamu
berselisih dalam sesuatu (urusan), kembalikanlah ia
kepada (kitab) Allah dan (sunah) rasul, jika kamu
benar-benar beriman kepada Allah dan hari akhir.
Itulah yang lebih baik dan lebih bagus kesudahannya” .

Nabi Muhammad s.a.w, bersabda:
Hadist Riwayat Muslim:
Mengenai “Bangunan” yang dibuat oleh para Nabi.
Nabi Muhammad s.a.w mengumpamakan para Rasul dan Nabi
sebagai “tukang batu” yang membangun sebuah
“bangunan”, maka ada salah satu celah dalam bangunan
itu dan jika tidak diletakan sebuah batu di dalamnya
maka bangunan itu tidaklah sempurna. Lalu Nabi
Muhammad s.a.w bersabda, “Akulah batu tersebut. Aku
datang sebagai penutup para Nabi”.

Hadist Riwayat Muslim:
Dari Jabir, Nabi Muhammad s.a.w bersabda,
“Kedatanganku sebagai utusan Allah di dunia ini, pada
zaman akhir mendekati kiamat, seperti dekatnya jari
telunjuk dengan jari tengah”.

Bukti Kekafiran Ahmadiyah

1.Ahmadiyah meyakini Mirza Ghulam Ahmad (MGA)
Al-Kadzdzaab sebagai Nabi dan Rasul serta sebagai Imam
Mahdi dan Al-Masiihul Al-Mau’uud.

2.Mirza Ghulam Ahmad Al-Kadzdzab mendapat wahyu dari
Allah, yang semua wahyu tersebut dihimpun dalam
kumpulan wahyu suci yang disebut kitab suci Tadzkirah.

3.Ahmadiyah meyakini Mirza Ghulam Ahmad Al-Kadzdzab
telah menyatu dengan Allah dan menjadi anak Allah,
bahkan telah menjadi Allah.

4.Kitab Tadzkirah setebal 840 halaman berisikan antara
lain:

Hal Baris Keterangan
1 1 Tadzkirah adalah wahyu yang suci
(hal 43 brs 8 bahwa Allah berfirman
kepada MGA & hal 278 brs 16 & hal 369
brs 3 & hal 376 brs 13 & hal 637 brs
15 bahwa Tadzkirah diturunkan Allah
di Qadiyan) nama Tadzkirah di hal 284
brs 13-14)
15 20 MGA sama dengan ketauhidan & keesaan
Allah
(hal 196 brs 4-6, hal 223 brs 9, hal
246 brs 5, hal 368 brs 4, hal 276 brs
14, hal 381 brs 2, hal 395 brs 1, hal
496 brs 4, hal 579 brs 5-6, hal 636
brs 9)
51 4 Nama MGA sempurna sedang nama Allah
tidak sempurna
hal 245 brs 4 & hal 277 brs11 & hal
366 brs 6)
63 2 Yang mendustai Ahmadiyah adalah
manusia kotor dan babi
15 21 MGA adalah syahid, Mubasysyir &
nadzir. Segala sesuatu ada di kedua
kakinya
192 8 MGA mengaku sebagai Al Masih Ibnu
Maryam
(hal219 brs 12, hal222 hal 5, hal 223
brs 11-12, hal 243 brs 12, hal 280 brs
8, hal 378 brs 8, hal 380 brs 8-13,
hal 387 brs 8-11, hal 401 brs 5-6, hal
496 brs 5, hal 579 brs 10-11, 622 brs
17, hal 637 brs 21, hal 639 brs 9)
192 13 MGA makhluk terbaik di alam semesta
(hal 368 brs 8-9, hal 373 brs 8-9, hal
496 brs 3, hal 579 brs 6-7)
195 15 MGA menyatu dengan Allah
(hal 368 brs 14, hal 700 brs 2)
197 9-21 MGA mengaku sebagai pencipta langit
dan bumi
373 7-8 MGA bebas berbuat apa saja sesuka
hatinya karena sudah diampuni Allah
412 2 MGA sama dengan anak Allah
(hal 436 brs 2-3, hal 636 brs 13: bahwa
MGA juga sama dengan Arsy Allah)
493 14 MGA adalah rasul
(hal 385 brs 10, hal 651 brs 13)
651 3 MGA adalah nabi yang belum dikenal
Allah
668 12 MGA sama seperti Al-Quran dan akan
mendapat Al-Furqan
748 4-10 Selain pengikut MGA adalah kafir yang
boleh diculik dan dibunuh dengan cara
sadis kapan saja dan dimana saja
749 1-3 MGA adalah imam yang diberkahi dan
laknat Allah atas yang mengingkarinya

5.Kitab Ruhani Khazain sebanyak 23 jilid yang
merupakan kumpulan karangan Mirza Ghulam Ahmad
Al-Kadzdzab berisikan antara lain:

Juz Hal Keterangan
3 21 MGA menyatakan kesediaan berkorban
nyawa & darah bagi penjajah Inggris
3 166 MGA mewajibkan berterima kasih kepada
penjajah Inggris yang diakui sebagai
pemerintah yang diberkahi
8 36 MGA mengaku sebagai pelayan setia
penjajah Inggris (juz 15 hal 155-156)
10 296 MGA menyatakan bahwa Nabi Isa a.s.
seorang pecandu arak / pemabuk
11 289 MGA meyatakan bahwa Nabi Isa a.s.
biasa berbuat keji, lancang lidah dan
berdusta
11 290 MGA menyatakan bahwa Nabi Isa a.s.
tidak memliki Mukzizat
11 291 MGA menyatakan bahwa nabi Isa.a.s.
lahir dari keturunan penzina
16 26 MGA menghapuskan hukum jihad (juz 14
hal 443)
17 435 MGA mengaku sebagai pembawa syariat
18 207 MGA mengaku sebagai penjelmaan Nabi
Muhammad s.a.w. dan sebagai rasul
19 50 MGA mengaku sebagai penjelmaan Maryam
a.s., lalu penjelmaan Nabi Isa a.s.
(juz 22 hal 351)
22 154 MGA mengaku sebagai nabi

6.Ayat Cinta Ditolak:
ketika Mirza Ghulam Ahmad Al-Kadzdzab berusia hampir
60 tahun, ia jatuh cinta kepada seoarang wanita
muslimah yang masih familinya yang bernama Muhammadi
Begum. Beberapa kali Mirza Ghulam Ahmad Al-Kadzdzab
melamarnya tapi ditolak, bahkan akhirnya wanita
tersebut menikah dengan pria lain. Mirza Ghulam Ahmad
Al-Kadzdzab pun marah dan mengatakan bahwa Allah
berfirman akan menjadikan wanita tersebut sebagai
janda dan akan membinasakan ayah dan suaminya dalam
waktu 3 tahun terhitung sejak hari pernikahannya,
serta akan mengembalikan si wanita tersebut kepadanya
(lihat: Tadzkirah hal.166 baris 4-6 dan hal 226 baris
4). Ternyata pada akhirnya setelah 3 tahun berlalu, si
wanita tidak menjadi janda dan suaminya masih tetap
hidup, dan bahkan Mirza Ghulam Ahmad Al-Kadzdzab yang
ternyata mati lebih dulu dari mereka.

7.Kalah di Munazharah dan binasa di Mubahalah:
Mirza Ghulam Ahmad Al-Kadzdzab telah dikalahkan dan
dipermalukan oleh para ulama India dalam berbagai
Munazharah (perdebatan) , mereka antara lain Maulavi
Muhammad Husein, Maulavi Muhammad Ali, Maulavi mahmud
Basyir, maulavi Abdul Hakim dan Sayyid athaallah Al
Bukhari.

Mirza Ghulam Ahmad Al-Kadzdzab juga menantang
Mubahalah (saling sumpah dilaknat) dengan para ulama
India, diantaranya Maulavi Nazhir Husein (Maulana
Husein) namun tantangan Mubahalah itu hanya
disampaikan secara lisan sehingga tidak
terdokumentasi.

Baru pada tanggal 15 April 1907 Mirza Ghulam Ahmad
Al-Kadzdzab mengeluarkan surat Mubahalah terhadap Asy
Syeikh Abul Wafa Tsanaallah Al Amr Tasri rhm yang
isinya bahwa si Pendusta akan dilaknat oleh Allah dan
akan terkena kolera serta akan mati dalam keadaan hina
di masa hidup si Jujur. Ternyata tepat 13 bulan 11
hari pada tanggal 26 Mei 1908, Mirza Ghulam Ahmad
Al-Kadzdzab mati di dalam WC karena kolera dalam
keadaan berlumuran kotoran, ia mati dilaknat dalam
keadaan hina. Sedangkan si Jujur, Asy Syeikh Abul Wafa
Tsanaallah Al Amrtasri rhm masih tetap hidup hingga 40
tahun setelah kematian si Pendusta Mirza Ghulam Ahmad
Al-Kadzdzab.

SEKILAS SEJARAH MIRZA GHULAM AHMAD (MGA) AL-KADZDZAB

1839: MGA lahir di desa Qadiyan – India
1857: Ghulam Murtaza (Murtadha), ayah kandung MGA
membantu Inggris membantai para pejuang Islam
yang melawan penjajah Inggris di India.
1877: MGA mulai berdakwah dengan pesona untuk
memikat umat Islam
1880: MGA mulai menulis kitab Barahin Ahmadiyah dan
mengaku sebagai Waliullah yang memiliki keramat
1883: MGA secara terbuka memuji Inggris dan berjanji
setia kepada penjajah Inggris
1884: MGA mulai didukung dan dibesarkan penjajah
Inggris sebagai kaki tangan yang telah setia
membantu penjajah Inggris
1885: MGA mengaku sebagai Mujaddid (pembaharu)
1891: MGA mengaku sebagai nabi dan rasul
1907: MGA menulis surat Mubahalah kepada Syeik Abul
Wafa Tsanaaallah Al Amr Tasri, bahwa si
Pendusta akan dilaknat Allah dan terkena
kolera serta mati dalam keadan hina.
1908: MGA mati di dalam WC karena kolera serta dalam
keadaan hina berlumuran kotoran, ia mati
dilaknat dalam keadaan hina.

NB:
Mohon kiranya teman-teman dapat menyampaikan bukti ini
kepada Muslim yang lain agar saudara-saudara Muslim
kita terhindar dari pengaruh kelompok Ahmadiyah dan
aliran-aliran lainnya serta bagi teman-teman kita yang
sudah menjadi pengikut Ahmadiyah dapat kembali kepada
Al-Quran dan Al-Hadist.

Semoga Allah SWT melindungi Umat Islam dunia dan
Akhirat… Amin.

Komentar
  1. ikup mengatakan:

    dari mana juga anda tau kalau Muhammad itu nabi beneran atau bikin2an aja…only God knows man…

    re: Betul cuma TUHAN yang tau, dan dalam Islam Tuhan yg menciptakan segalanya, mulai dari bakteri yg plg kecil sampe alam semesta ini.. Karna Dia sang pencipta maka pastinya tau segalanya,(Tul ga’) dan.. ternyata Tuhan menurunkan ilmunya dalam Al-Quran, di sana ada pengetahuan mengenai proses terjadinya kehamilan, kelahiran, kematian, terciptanya bumi dan alam semesta, berputarnya bumi, terjadinya hujan, hubungan sosial, penanggulangn kemiskinan dan segala macem nya.. (liat aj kalo ga percaya karna ga mgkin d jabarkan semua d sini -kepanjangan-) mmm… dan Al-Quran dijamin keaslian nya smpai akhir zaman, ga akan berubah walau satu huruf pun… spektakuler kan, mana ada yg bisa jamin gitu, cuma yg MAHA KUASA yang bisa dan ternyata Al-Quran di turunkan melalui nabi Muhammad SAW. mmm… udah kebayangkan?! dan d dalam kitab Al-Quran (yang tak ad keraguan sedikitpun d dalam nya) dsebutkan bahwa Muhammad adalah Nabi (terakhir). jadi anda benar.. only GOD knows man…! akhir kata.. thanks man udah mau bagi2 ilmu..
    semua yg benar datangnya dari ALLAH dan pabila ad salah dan kurang semata2 khilaf saya sbagai manusia

  2. lupa mengatakan:

    katanya beliau meninggal di toilet ya? hina amat..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s