Rumahku Istana-nya
Setelah melalui negosiasi panjang nan alot dengan pemborong dan isi kantong, akhirnya terealisasi juga awal perencanaan pembangunan rumah ini. Dengan total luas tanah 140 m2 yang berada di dalam gang “bukan di perumahan” plus dekat dengan kampus maka dipilihlah model “minimalis” dua lantai dengan lantai atas digunakan sebagi tempat kost (khusus putri) berisi lima kamar tidur, sedangkan lantai bawah dipergunakan untuk tempat tinggal dengan dua kamar reguler dan satu kamar tidur utama. Berhubung tanah yang di beli telah tebangun rumah dan masih ditempati oleh sang pemilik, maka mau dan harus mau pekerjaan awal pembangunan harus menunggu kembali sekitar dua minggu lamanya, memberi kesempatan kepada pemilik rumah terdahulu untuk mencari lokasi hunian barunya.
Selama dua minggu menunggu ternyata tidak sesantai yang kami pikirkan, banyak yang harus di siapkan, mulai dari pengurusan pajak pembelian, pindah nama sertifikat kepemilikan, IMB, ijin tetangga karena pasti akan banyak sekali kebisingan dan gangguan debu tentunya, banyak dee yang harus di urus, termasuk juga koordinasi dengan sang “arsitek” demi tercapainya kesepakatan “terjemahan” ide kami. Setelah pontang panting kesana-kemari tak terasa dua minggu telah terlewati, dan berbagai macam pengurusan sudah mulai selesai.
Tibalah hari yang ditungu-tunggu, pada tanggal 27 Juni 2009 dimulailah awal pekerjaan dengan penggalian pondasi dan pembongkaran rumah lama. pekerjaan ini tidak membutuhkan waktu lama, beberapa hari kemudian besi pondasi sudah mulai terpasang, karena memang pembuatan besi sloof ini sudah dimuali sejak dua minggu sebelum rumah di bongkar, agar lebih menghemat waktu pengerjaan jadi pembuatan besi sloof dilakukan jauh jauh hari sebelumnya.
Luas tanah yang tak seberapa “luas” ini membuat kami harus panadai-pandai mensiasati ruang demi ruang terutama untuk kamar kost di lantai dua, Harus bisa memberikan kenyamanan yang baik, tidak terkesan sempit biar yang tinggal betah. Karena luas banguan kami tidak memakai seluruh tanah yang ada, untuk lantai bawah luas bangunan termasuk teras sekitar 118 m2 (gambar denah ada di bawah), dan utuk lantai dua luas bangunan hanya sekitar 110 m2 “kurang lebih” bahkan bisa kurang dari itu (gambar denah ada di bawah). Ternyata biaya membangun rumah itu tergantung luas bangunan yang akan di bangun, semakin luas bangunan nya semakin mahal juga biaya pembangunannya jadi mau dan harus mau kami putar otak mensiasati denah ruangan agar terasa asri dan menyenagkan.
Untuk akses ke lantai dua, digunakan tangga putar dari besi untuk menghemat ruang, dan diletakkan di samping luar agar tidak menggangu kenyamanan penghuni rumah bagian bawah, penambahan pagar tersendiri di samping rumah untuk keluar dan masuk para penghuni kost akan dilakukan. Dengan begitu para “penunggu” di Lt 1 tidak merasa terganggu privasinya, dan penghuni kost tidak merasa canggung untuk keluar masuk. Pengaturan jendela dan fentilasi juga ditata sedemikian rupa agar dapat memberikan akses seluas luasnya untuk kelancaran arus udara masuk dan keluar, hasilnya ruangan akan terasa tetap segar dan tidak lembab.
Hari ini (20 juli 2009) pengecoran DAK sudah selesai, masih harus menunggu dua minggu lagi untuk megeringkan cor-an nya, dan melanjutkan pembangunan pada lantai dua. lantai satu yang sudah mulai “berwujud” memberikan kesenangan yang luar biasa, bagai melihat jabang bayi di dalam perut sang Bunda dengan USG, mereka reka bentuk sang jabang bayi sambil menunggu detik-detik kelahirannya.
Melihat perkembangan-nya, jadi tak sabar ingin segera melihatnya berdiri dengan “tegak”. Merasakannya, menyentuhnya dengan lembut, mencium aroma wangi cat yang baru kering, dan yang paling utama adalah mendengar derap langkah kaki anak-anak kost di atas, sebagai tanda pemasukan bulanan tambahan, dan pengisi tabungan yang sudah mulai kering kerontang…
Masih harus menunggu sekitar dua bulan untuk dapat bersatu dengannya, masih harus berharap-harap cemas akan hasilnya, dan masih banyak hal yang harus di lakukan untuk menjadikannya “layak”. Semoga rumah ini menjadi bermanfaat bagi kami, dan memberi manfaat yang baik bagi lingkungan sekitar. Doakan Kami..!! ^_^
*Untuk denah lantai atas ada perubahan pada posisi kamar tidur, ada penambahan satu kamar tidur lagi , dari empat jadi lima kamar tidur.
* Lantai dasar (LT 1) tetap pada perencanaan semula
*perubahan pada LT 1 hanya pada peletakan ulang tangga putar, menjadi di samping bukan lagi di tengah.






[...] Rumahku Istana-nya « Simpli Mind…! [...]
Dutablogger - Iklan Ppc Hemat Efektif Mendatangkan Pengunjung …
Juli 22, 2009
daerah mana ?
cimmiw
Juli 22, 2009
Wew..
Perencanaan yg matang..
Smoga semua lancar ya mas..
Budi Hermanto
Juli 22, 2009
visit my blog again
http://jerzz.wordpress.com/
http://blackercomputerz.wordpress.com/
jerzz
Juli 22, 2009
Wow, selamat menunggu pindah ke istana
Seno
Juli 22, 2009
selamat mas bagus banget desain rumahnya
semoga harapannya terwujud
endar
Juli 22, 2009
Alhamdulillah bang
Wah…jadi pengen neh..
Semoga krasan, aman, tentram
Amin
HumorBendol
Juli 22, 2009
rumah adalah syurga kita, di situlah kita bisa berbagi kebahagiaan bersama keluarga. semoga cepet klar, beres, lancar, dan selamat utk menjadi syurga idaman bagi segenap keluarga tercinta, mas adam, saya doakan!
Sawali Tuhusetya
Juli 22, 2009
semoga lancar yaaaa
olip
Juli 23, 2009
Mau juga dunk di bikin in desain buat rumah saya juga…
Sarah Luna
Juli 23, 2009
semoga bermanfaat ya
cebong ipiet
Juli 23, 2009
Selamat atas pembangungan rumahnya mas
achmad sholeh
Juli 23, 2009
Selamat Bro Atas pembangunan Rumah barunya semoga bisa menjadi tempat yang indah bersama keluarga
achmad sholeh
Juli 23, 2009
wuahhh…capek banget lho nglakonin bangun rumah itu.. sing sabar ya…semoga cepet selesai
kucingkeren
Juli 23, 2009
Wah keren banget rancangannya
Kuliah Gratis
Juli 24, 2009
Denahnya bagus mas.. Mas orang arsitek ya?
rismaka
Juli 24, 2009
Arsitek ya mas?
thevemo™
Juli 24, 2009
wah…sedang membangun rupanya. semoga lancar.
dapat anak kos yang baik-baik hehehe…
geRrilyawan
Juli 24, 2009
Salam Kenal Mas,
Sayang mas cuma nampilkan dennahnya saja tidak sekalian dengan tampak ( samping-depan ). Ada satu kepercayaan dikalangan ahli fengsui ( pasti china ?), bahwa pintu kamar mandi sebaiknya tidak berhadapan langsung dengan tempat tidur. Dan ini saya lihat pada dennah lantai I. Maaf mas, ini hanya Ilmu Feng/Hons Sui. Kalau saya pribadi memang lebih mengutamakan fungsi. Btw, selamat menempati rumah baru.
Aldy
Juli 25, 2009
Maaf, ada yang salah lihat, ternyata tampak depannya, bergaya full simple minimalis.
Aldy
Juli 25, 2009
hehehehe judul postingannya mirip2 dengan judul postinganku
beda akhiran NYA dan KU aja
Sukses buat rumahnya ya Dam
Ria
Juli 29, 2009