BUKU MURAH DENGAN ISI MAHAL
Mahal tidaklah selalu menjadi jaminan akan baiknya satu barang. Contohnya, buku yang berharga murah belum tentu buruk dan tidak bermanfaat isinya, dibanding dengan buku yang berharga mahal. Seorang sahabat pernah berkata ini kepadaku, ia bilang:”Jangan pernah melihat kualitas buku hanya dari sampulnya, lihat isinya, dan juga apa yang terkandung di dalamnya” mungkin teman-teman sekalian ga asing dengan kalimat ini. Kalo di pikir-pikir, betul juga ya, secara harfiah, banyak buku yang memiliki sampul menarik, penuh warna dan gambar yang bagus serta judul-judul yang menarik di sampulnya, namun pada kenyataannya isi tak seindah sampul. Dan tak jarang buku dengan sampul biasa, namun memiliki isi yang sangat luar biasa, memberikan pencerahan dan sangat inspiratif.
Mungkin ga jauh beda juga dengan manusia, belum tentu apa yang terlihat bagus di luar menceritakan kualitas yang ada di dalamnya. Pun begitu sebaliknya, biasa di luar belum tentu biasa di dalam.
Kalo seperti ini kenyataannya susah juga ya, dihidup yang sudah susah ini, ternyata kita masih harus diberi tugas ekstra untuk lebih berhati-hati dan bersusah payah dalam membedakan mana yang bagus betulan dan mana yang “bagus-bagusan”. Kita hidup di zaman yang berlumur gincu, dunia yang berlumur dengan kepalsuan, dan polesan-polesan agar terlihat indah, Terlebih lagi di waktu menjelang pemilu, tepat seperti saat ini, berbondong-bondong orang ramai memoles “gincu” di bibirnya, berkata manis, bermuka manis, berpura-pura peduli, berpura-pura baik hati, berpura-pura jadi dewa penyelamat. Calegnya ramai-ramai berjanji, tampil di media, memoles diri dan jadi bener-bener narsis. Hehehe… lho ko jadi “nyolot” gini ya..?? hihihi jadi malu..^_^”
Memang tidak semua manusia berbuat demikian, memoles gincu, untuk sekedar tampil baik di luar, dan mengesampingkan kualitas dalam diri, namun sepertinya fenomena ini telah menjadi kebiasaan dan jadi tolak ukur untuk menilai manusia, bahwa apa yang bagus di luar adalah cerminan dari apa yang ada di dalam. Ya ga salah juga sih, media masa, terutama TeleVisi mempunyai peran yang sangat besar dalam membentuk pola pikir ini “apa yang bagus diluar tentulah baik di dalam”. Jadi gimana dung..?? disaat penilaian baik dan benar dihubungkan dengan materi, disaat kebaikan dan kebenaran dapat dibeli dengan materi, disaat materi menjadi tolak ukur kesuksesan, disaat buruk dapat ditutupi dengan materi, saat itulah sampul menjadi teramat sangat penting dibanding dengan isinya.
Akhirnya, di jaman yang ramai oleh peradaban lipstik dan budaya imitasi saat ini, alangkah perlunya kita memiliki mata hati yang tajam, yang mampu memandang jauh, lebih jauh. Alangkah pentingnya kita memiliki cahaya iman, yang mampu menembus batas-batas fakta duniawi. Agar waktu yang sesaat ini tak sia-sia. Agar tak ada penyesalan kelak, pada hari ketika tak ada gunanya lagi harta dan kekayaan.





PertamaX!
Salam kenal dan mampir ya mas……….salam kenal lagi ach biar lebih akrab!
Aden Kejawen
Maret 27, 2009
menilai seseorang bukan dari halaman sampulnya.. :p~~
Huang
Maret 27, 2009
selamat malam bang
aduh bangganya blue bisa mendapatkan postingan yang sangat kuat dalam merespon sesuatu yg bisa kita merasa harus menggugah dan tergugah.
salam hangat selalu
dobleh yang malang
Maret 27, 2009
asal kita nggak terpengaruh juga sama kulit, soalnya budaya globalnya udah begitu pencitraannya.
geRrilyawan
Maret 29, 2009
selamat malam bang
blue datang membawa novel hancurnya hehehe………
salam hangat selalu
bluethunderheart
Maret 29, 2009
Isinya …
Ersis Warmansyah Abbas
Maret 29, 2009
Padahal…bentar lagi kita juga harus bisa memilih ya?
Mana Caleg yang baek luarnya aja, mana yang enggak.
Mana Partai yang baek luarnya aja, mana yang enggak.
Mana Presiden yang baek luarnya aja, mana yang enggak.
hehe…tapi mereka bukan buku.
Jadi gak nyambung ya bang?
hehe….
HumorBendol
Maret 29, 2009
Yang penting kan isinya mantap…!
buJaNG
Maret 29, 2009
Kualitas manusia dilihat dari perilakunya.. Cantik dan ganteng kan cuma sebatas kulit.
Catatan Muslim
Maret 30, 2009
Saya setuju dengan itu, bukankah yang dilihat oleh Sang MAha Pencipta itu kualitas Imannya.
Catatan Muslim
Maret 30, 2009
Memang kadang cover atau sampul tidak selalu mencerminkan isinya…
Narmadi
Maret 30, 2009
dont jud9e the book by the cover..
in9et pepatah ituh kan?
dan ituh berlaku….
wi3nd
Maret 30, 2009
don’t judge a book from it cover….
karena yang terlihat di luar belum tentu sama dengan yang terlihat di dalam
Ria
Maret 30, 2009
don’t judge a book by its cost….
arikaka
Maret 30, 2009