MASKUMAMBANG…. gimana ga KORUPSI….!!!!
MASKUMAMBANG….
Cerita dari temen yang mau ikut jadi legeslatif (caleg) dan untuk tu diperlukan syarat-syarat pendukung, dan sepertinya jadi lahan bisnis bagi sebagian orang (oknum) untuk memanfaatkannya, mungkin dari sinilah bibit-bibit itu ada (bibit korupsi)…
Belum lama ini saya di ajak seseorang untuk ikut andil dalam duia politik. Lebih tepatnya saya berniat untuk menjadi calon legislatif dari sebuah partai baru yang tergolong partai kecil. kemudian sebagai persyaratan2 tertentu saya harus mendapat surat keterangan dari kelurahan, hasil tes kesehatan dan SKCK tentu dari pihak yang berwajib. Namun ada beberapa kejanggalan dlm beberapa hal. Pertama ialah saat dimana saya mulai mendaftar, rekan-rekan banyak yang bercerita bahwa jika kita ingin menjadi urutan yang pertama dalam pemilihan tersebut, kita musti mengeluarkan dana sekitar 30-70 juta, karena ga percaya dan makanya saya ngurus sendiri namun pada kenyataannya, saya tidak mengeluarkan sedikitpun biaya…
Saat saya membuat surat keterangan di kelurahan,saya bertemu dengan pak lurah sendiri, walaupun tak pernah ada ketentuan dalam hal tarif pembuatan surat keterangan, kebanyakan orang bilang mereka mengeluarkan biaya kurang lebih Rp 200.000 . Namun ternyata saya tidak di pungut biaya, hanya saja, pak lurah mengeluarkan jurus pamungkasnya.
“Ya…, seikhlasnya saja laah…”.
Kemudian saya bergegas mencari informasi tentang persyaratan berikutnya, yaitu tes kesehatan, Untuk tes kesehatan, rekan-rekan bilang biayanya sekitar 200-350 ribu. Akhirnya usut punya usut, saya pergi ke sebuah klinik kesehatan di daerah Jawa Barat, ternyata biaya yang saya keluarkan jauh dari yang sebelumnya pernah saya bayangkan, yaitu sebesar 5000 perak…,. tetapi saya maklum, karena biaya untuk tes darah, urin dsb memang tergolong lumayan mahal…
Akhirnya saya membuat persyaratan ketiga yang berupa SKCK di kantor kepolisian. Saat saya mengantri di ruang tunggu, di situ terpampang tulisan. “Untuk pembuatan SKCK kami tidak mengenakan biaya”. Hati saya terasa lega,setidaknya tulisan tadi pas sekali dengan plang besi yang di pasang tepat di sebelah poster tadi, plang tersebut bertuliskan
“Melayani,Mengayomi,Melindungi”.
Kemudian setelah di panggil oleh petugas, SKCK yang saya buat dengan segera di urus dan tak lama kemudian surat tersebut telah selesai. Namun saat petugas akan memberikan surat tadi, dia berkata.” Registrasinya di sini aja ya mas “. sembari memberikan surat tadi . ” Lho.., bayar ya pak.. ” . saya sedikit terkejut, kemudian dengan nada yang agak aneh petugas itu menjawab. ” Ya…, seikhlasnya saja laah…”…,. Saya mengeluarkan selembar uang 20.000. kemudian saya berikan pada petugas tadi dan engga negok-nengok lagi ke belakang…..
“Maskumambang,dudu watu.., dudu gunung.” kalau di ungkapkan dengan kata-kata, sajak jawa mempunyai arti tersendiri. Maskumambang adalah sebutan untuk syair tembang jawa yang bersajak bebas, namun ber timbal balik. sajak pertama harus sejajar baik pada kata ataupun makna pada bait yang ganjil,dan begitu seterusnya. Mengajarkan kita tentang sebab dan akibat.
Seperti halnya cerita yang saya alami tadi. Seorang aparat desa yang dengan gaji yang kurang setimpal dengan apa yang dia kerjakan. Atau petugas kepolisian yang dengan biaya masuk akademi ia rela mengeluarkan uang yang tidak sedikit. Menurut saya itu adalah suatu timbal balik yang tepat dalam menyelesaikan permasalahan ini. Saya keluar uang.., tapi saya musti dapat lebih banyak.
gmana ga Korupsi coba, baru mo jadi aja biayanya udah bejibun (banyak banget) lom urusan kampanye yang ngabisin duit banyak, lom lagi fenomena ARTIS jadi legeslatif, jadi kayak sinetron aj deh Indonesia Niiii….. betul-betul jadi panggung sandiwara, yang lucu dan bisa di atur…..
ANEH TAPI NYATA…… Masih yakin pemilu bawa perubahan (tanya kenapa..?)





Tanpa kita sadari kita pun jg sering korupsi. Spt korupsi waktu contohnya, yg jelas sbenarnya jg merugikan pihak lain
enggink
Agustus 22, 2008
semoga kita tidak terjerumus menjadi hamba uang hehehe
L 34 H
Agustus 22, 2008
Jer Basuki Mawa Bea .. yah barangkali gitu lah ungkapan yg tepat.
Gratis pa enggak yah ? barangkali ini lah yang namanya “GRATIS” tapi “BAYAR” .. halah ! mumet .. :d
norjik
Agustus 25, 2008
Yakin lah kak, pasti berubah .. cmn ndak tau berubah tambah baik apa tambah hancur …
senyum muslim
Agustus 25, 2008
ironi,,,bilang gratis tp seikhlasnya ja, sekalian aja dibuat jelas, biaya sekian rIbu, jd kta nya ga ngeRS diboongin dan ngasihNya ikhlas kan, ga ngedUmel dlM hati,,,he,
abie
Agustus 27, 2008
semoga masyarakat Indonesia lebih berkesadaran untuk lebih maju.. cara berfikir dan bertindak, tidak merugikan orang lain…
catatanmuslim
Agustus 27, 2008
iya ne… aparat di indonesia kayak gitu smua..
ga atasan.. ga bawahan.. sama aja…
trus sapa yang harus qta percaya??
abie
Agustus 29, 2008
Repotnya, nanti kalau sudah menjadi pejabat legislatif beneran, program yang dijalankan pertama kali adalah gimana caranya uang 30-70 jt itu kembali dalam waktu singkat.
Edi Psw
Agustus 30, 2008
udah ga nyadar kali ya kalo yg semacam “ya seikhlasnya sala laaa…” itu sudah korupsi…?? mungkin mereka ga ngerti apa itu definisi korupsi…?
tanya kenapa…
carra
Agustus 31, 2008
wah jadi caleg nich ceritanya..???
selamat2…
moga jadi amanah yang baik
zahroul aliyah
September 9, 2008